Pimpinan Muhammadiyah Ditantang Dirikan Universitas

Pimpinan Muhammadiyah Ditantang Dirikan Universitas

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof DR H Din Syamsudin.(Foto:Net)

Banjarasin- Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof DR H Din Syamsudin, menantang Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah untuk mendirikan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) pada 2015.

"Sesuai tujuan para pendiri, Muhammadiyah dimaksudkan untuk berdakwah dan berjuang melalui pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan semua lini kehidupan dengan cara mendirikan amal-amal usaha," kata Din, dalam sambutannya di hadapan ribuan hadirin pada tablig akbar dalam rangka tasyakur dan peresmian Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah (GPDM) di Banjarmasin, Jumat (19/12/2014).

Sektor pendidikan, Muhammadiyah telah mendirikan ribuan lembaga mulai dari prasekolah atau Pendidikan usia dini, TK, SD dan MI, SMP dan MTs, SMA, Madrasah Aliah dan SMK hingga perguruan tinggi di hampir seluruh nusantara.

Menurut Din, hampir semua provinsi di Indonesia telah berdiri Universitas Muhammadiyah, sebagai bentuk nyata organisasi ini pada mencerdaskan bangsa dan umat, tapi sayangnya di Kalsel justru belum ada, meski sudah diwacanakan sejak lama dengan meningkatkan status .

"Untuk itu, kami atas nama pimpinan organisasi 'menantang' apakah Kalsel sanggup mendirikan UMB tahun 2015, bahkan saya siap meresmikan sebelum Agustus," kata Din yang ditujukan kepada Ketua PWM Kalsel, Prof DR H Khoiruddin, M.Ag dan Ketua Stikes Muhammadiyah Banjarmasin, M. Syafwani, M.Kep, Sp.Jiwa.

Keberadaan Universitas Muhammadiyah sudah ada hampir menyeluruh di Indonesia, khusus Kalimantan telah berdiri Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dan Kalimantan Barat, dan yang akan segera berdiri adalah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ini menyebutkan, keberadaan universitas Muhammadiyah bukan hanya di provinsi yang mayoritasnya muslim, tapi daerah yang dominasinya bukan muslim juga telah berdiri dan eksis yang kini mahasiswanya mencapai ribuan orang.

"Contoh nyata universitas Muhammadiyah di Papua, Nusa Tenggara Timur. Bahkan jumlah mahasiswa sekitar 9000 itu hampir 80 persen non muslim, sehingga nama UMK yang sebenarnya Universitas Muhammadiyah Kupang diplesetkan menjadi Universitas Muhammadiyah Kristen," ujar berseloroh yang disambut tawa para hadirin.

Sementara, melalui laman resmi Stikes Muhammadiyah Banjarmasin, Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Pimpinan Daerah Banjarmasin dan juga Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Kalsel, sejak 2013 telah mempersiapkan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Banjarmasin untuk menjadi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. (AY)

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,