Bahasa Daerah Harus Tetap Ada di Sekolah

Bahasa Daerah Harus Tetap Ada di Sekolah

Bahasa Sunda adalah warisan dan harus dijaga penggunaannya. (Foto : ADE)

Bandung – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengharapkan bahasa daerah khususnya bahasa Sunda bisa terus ada dalam materi pelajaran di sekolah meski kurikulum dirubah atau diganti. Bahasa daerah khususnya bahasa Sunda adalah salah satu indentitas diri daerah yang terlahir dari ungkapan budaya dan perasaan masyarakat disuatu daerah tertentu.

Menurut  Ahmad Heryawan, bahasa daerah itu harus terus ada dan diajarkan disetiap sekolah di mana pun berada. 

“Bahasa daerah harus bisa menjadi identitas seseorang atau identitas diri. Jika kurikulum menghapuskan bahasa daerah, maka budaya dan identitas suatu daerah akan hilang. Bahasa daerah tidak bisa digantikan dengan bahasa nasional atau juga bahasa internasional. Justru bahasa daerah bisa memperkaya kosa kata pada bahasa nasional,” kata  Heryawan di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Minggu (21/12/2014). 

Untuk mendukung bahasa daerah agar tetap diajarkan dalam kurikulum yang diberlakukan pemerintah saat ini,  Heryawan berjanji akan mempertahankan bahasa daerah agar tetap diajarkan di setiap sekolah di Jawa Barat. 

“Di Jawa Barat itu kita punya beberapa bahasa daerah yang perlu terus ada dan dikembangkan. Seperti ; Bahasa Sunda, Bahasa Melayu Betawi, dan Bahasa Cirebonan. Melalui kurikulum muatan lokal bahasa ini harus terus dikembangkan agar mau dipelajari oleh generasi muda,” tandas Aher sapaan akrab Ahmad Heryawan.

Agar pendidikan Indonesia lebih berkesan global, sebelumnya pernah diwacanakan untuk merevisi kurikulum dengan mencabut atau menghapus bahasa daerah dari pelajaran di sekolah.(Ode)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,