“Carnaval Fashion On The Street” Jabar Ngagaya, Sukses

“Carnaval  Fashion On The Street”  Jabar Ngagaya, Sukses

Salah satu pesrta Carnaval Fashion On The Street Jabar Ngagaya

Bandung –Pesta rakyat selalu menghadirkan  kejutan-kejutan di  tengah masyarakatnya. Itu pula yang terjadi  dalam  acara memperingati  HUT ke-69 Provinsi Jawa Barat, De Syukron4  2014.  Menghadirkan aneka kreasi  kreatif dalam even kolosal.  Salah satunya  menampilkan  “Carnaval Fashion on The Street Jabar Ngagaya”  di pelataran Jalan Diponegoro, Sabtu (20/9/2014) sore. Ajang  pameran hasil kreasi dibidang tata busana dan make up artis ini diketengahkan dengan rancangan busana bergaya futuristik.

Memanfaatkan bahan kain sarung buatan  Majalaya, setiap peserta,  bebas memunculkan  ide dan kreasi  serta  tema yang disukai.  Diikuti sedikitnya 60 peserta  dari berbagai  tingkatan  utusan sekolah-sekolah  di Jawa Barat, seperti   SMA, SMK, Universitas, dan umum.

 
Ajang  pamer  kreasi  itu mendapat  perhatian besar dari masyarakat luas. Disaksikan Wakil Gubernur Jawa Barat  Deddy Mizwar dan istri, satu persatu baik perorangan maupun grup, kreeasi  rancangan  diarak  seperti  temanya  Carnaval Fashion on The Street Jabar Ngagaya sukses digelar. Meski sempat hujan gerimis, tidak menghalangi para peserta untuk tampil.
 
Karya para desainer pemula itu sungguh berwarna dan tampak gemerlap.  Dari  60 peserta, satu persatu mereka melintas di depan  wagub dan istrinya. Terkadang melambaikan tangan tanda hormat sambil melempar senyum para model.
 
Misalnya saja, kreasi Pipit Fitriana yang menampilkan tema rumput  laut. Kain sarung Majalaya kadang menggunakan 3 sampai 5 sarung itu dipermanis dengan hadirnya bahan sifon dibagian atas. Sementara roknya dibuat  trap bertumpuk dengan aplikasi kain organdi agar tetap terkesan ringan. Lain lagi dengan kehadiran  karya Dea asal Lembang, dia berani memunculkan tema ubur-ubur  yang diangkat dari laut Pangandaran, terkesan melindungi dirinya dari serangan luar.
 
Atau  tema Putri Duyun dari peserta  yang sengaja menanti kehadiran cinta dari sang pangeran laut. Perpaduan ratu pantai selatan itu, diterjemahkan bahwa sang ratu sedang menanti kekasihnya. Semua tergambarkan dalam kreasi peserta No 42. Demikian pula  rancangan futuristik  dari mahasiswa ITB, yang membidik tema Terumbu Karang. Hiasan itu muncul dalam semburat kekayaan di bawah laut.
Demikian pula kreasi peserta No 34 bertema “Like See”. Dia menterjemahkan sinar matahari senja, ombak, dan karang terkadang  mampu membuat kita terpesona akan kaya nya keindahan alam yang kita miliki. Rata-rata kreasi dan tema, banyak yang samanya setiap peserta.
 
“Acara ini perlu dipertahankan, semoga  tahun depan kreativitas  kian ditingkatkan. Pemanfaatan  bahan material sarung, ternyata bias diwujudkan dengan berbagai model dan kreasi, selamat  untuk semua peserta,” kata Deddy Mizwar sebelum meninggalkan  acara, karena Magrib sudah menjelang. (Ode)**      
     
.

Categories:Gaya hidup,
Tags:gaya-hidup,

terkait

    Tidak ada artikel terkait