Puluhan Rumah di 2 Kampung Terendam

Puluhan Rumah di 2 Kampung Terendam

Ilustrasi Foto(Net)

Cianjur - Puluhan rumah warga di dua kampung di Desa Babakan Caringin, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Jabar, terendam banjir setinggi 50 centimeter, akibat jebolnya saluran irigasi Sungai Ciheulang yang membentang di wilayah tersebut.

Meksipun tidak ada korban jiwa, namun puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang dinilai aman karena takut banjir susulan kembali terjadi. Selain merendam perkampungan warga, air bah merendam puluhan hektare sawah warga dan balai desa.

Kepala Desa Babakan Caringin, Deni Setiabudi, di Cianjur, Senin (22/12/2014), mengatakan, akibat jebolnya saluran irigasi Ciheulang, menyebabkan puluhan rumah di dua kampung, Samolo dan Kampung Tipar, ternedam banjir setinggi lutut orang dewasa.

"Mendapati hal tersebut, kami bersama relawan BPBD Cianjur, mengungsikan warga ketempat aman guna menghindari jatuhnya korban jiwa karena debit air yang meluap cukup deras," katanya.

Meluapnya air disaluran irigasi yang jebol itu, terjadi ketika hujan turun dengan deras dan air di saluran irigasi terus meninggi dan akhirnya menjebolkan tanggul yang berbatasan dengan perkampungan warga.

"Beruntung ketika itu, warga telah waspda dan siap mengungsi karena melihat air di saluran irigasi Ciheulang terus meninggi dan meluap. Melihat tanda-tanda tersebut, kami meminta warga untuk segera mengungsi ke tempat aman," katanya.

Selang beberapa saat air bah mengenangi perkampungan, pihak BPBD Cianjur, dibantu warga langsung memasang bronjong penahan air agar tidak terus mengenangi perkampungan. Sedangkan hingga saat ini, warga masih bertahan dipengungsian karena takut banjir susulan kembali menjebol tanggul irigasi.

Sementara itu, satu hari sebelumnya, 21 kepala keluarga di Kampung Station Selajambe, Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu, mengalami hal yang sama, dimana perkampungan mereka terendam banjir akibat pendangkalan Sungai Cijeurah yang membentang di wilayah tersebut.

"Akibat banjir tersebut, total kerugian warga mencapai Rp800 juta, dimana kerugian tersebut seperti harta benda termasuk sawah siap panen, ternak, kolam ikan," kata Kapolsek Sukaluyu, AKP Achmad Suprijatna.

Sedangkan Camat sukaluyu Dadan wildan, tutur kapolsek, telah melaporkan bencana tersebut ke BPBD, Dinas Sosial dan unsur terkait Pemkab cianjur. Selain itu, pihaknya bersama kecamatan telah mendirikan posko bencana di Bale Desa Selajambe.(AY)

.

Categories:Nasional,