Korban Banjir Perlu Pasokan Air Bersih

Korban Banjir Perlu Pasokan Air Bersih

Ilustrasi Foto(Net)

Bandung - Korban banjir di Dayeuh Kolot dan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, membutuhkan pasokan air bersih selama bertahan di rumahnya yang terendam air.

"Kami di sini butuh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, sampai sekarang bantuan air bersih belum ada," kata Yopi warga yang rumahnya dilanda banjir di Kampung Kaum, Dayeuh Kolot, Senin (22/12/2014).

Ia menuturkan, warga di kampungnya itu bertahan di rumah tinggalnya yang berlantai dua untuk menjaga barang berharga.

Selama bertahan di rumahnya itu, kata Yopi, warga kesulitan mendapatkan air bersih bahkan makanan.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan air bersih, lanjut dia, harus membeli air galon ke pasar swalayan dengan menyusuri genangan air.

"Bagi yang mampu mungkin warga membeli air galon ke pasar swalayan, tetapi bagaimana dengan warga lainnya yang pas-pasan," kata Yopi.

Sementara pasokan bantuan air bersih dan makanan dari pemerintah, kata dia, sejak dilanda banjir, Jumat (19/12/2014), belum ada.

"Suplainya tidak merata, bahkan ke rumah saya dan warga sekitar sini tidak ada sama sekali bantuan," kata Yopi.

Warga korban banjir lainnya di Andir, Kecamatan Baleendah, menyampaikan keluhan sama masalah pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.

Warga berharap pemerintah memperhatikan nasib korban banjir secara merata, terutama yang tinggal bertahan di rumah tinggalnya masing-masing.

"Saya harap kebutuhan air bersih bagi warga korban banjir terpenuhi," kata Cucu, korban banjir di Baleendah.

Sebelumnya, banjir yang terjadi setiap tahun pada musim hujan itu disebabkan luapan Sungai Citarum.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat sebanyak 4.900-an orang warga Baleendah dan Dayeuhkolot korban banjir mengungsi di 18 titik lokasi. (AY)

.

Categories:Bandung,