Jilan Pilih Bunuh Diri ketimbang Diperkosa ISIS

Jilan Pilih Bunuh Diri ketimbang Diperkosa ISIS

Banyak wanita yang diculik oleh ISIS menghadapi penyiksaan, pemerkosaan, pernikahan paksa dan dijual atau diberikan sebagai hadiah kepada para pejuang ISIS, atau pendukung mereka di Irak dan Suriah.(Foto:Net)

Baghdad - Banyak wanita yang diculik oleh ISIS menghadapi penyiksaan, pemerkosaan, pernikahan paksa dan dijual atau diberikan sebagai hadiah kepada para pejuang ISIS, atau pendukung mereka di Irak dan Suriah. 
 
Stasiun berita Al Jazeera, Selasa (23/12) melansir informasi itu diperoleh dari laporan kelompok Amnesti Internasional yang baru-baru ini dirilis. LSM yang bermarkas di kota London itu mengatakan, mereka merasa tidak tahan, sehingga para wanita dan anak-anak itu memilih bunuh diri. 
 
Informasi itu diperoleh usai mewawancarai lebih dari 40 orang yang sebelumnya pernah disekap oleh kelompok itu. "Ratusan wanita dan gadis Yazidi hancur karena ketakutan mengalami tindak kekerasan dan perbudakan seksual ketika ditawan ISIS," ujar Penasihat Senior di Amnesti Internasional, Donatella Rovera. 
 
Bahkan, banyak di antara para korban, masih berusia di bawah 17 tahun. Salah satunya, Jilan (19 tahun) memilih mati bunuh diri. Menurut pernyataan sang kakak kepada Amnesti Internasional, Jilan bunuh diri karena khawatir akan diperkosa. 
 
Pernyataan itu dikonfirmasi oleh seorang gadis lainnya yang pernah ditahan bersama Jilan. Gadis ini berhasil kabur hingga bisa menuturkan pengalamannya kepada AI. 
 
"Satu hari, kami pernah diberikan baju yang menyerupai kostum penari. Kemudian, kami diberi tahu untuk mandi dan mengenakan baju itu. Namun, Jilan kemudian bunuh diri di dlaam kamar mandi," ungkap gadis itu. 
 
Jilan bunuh diri dengan cara memotong urat nadi di pergelangan tangannya dan gantung diri. "Dia begitu cantik dan saya pikir dia tahu akan diculik oleh seorang pria, sehingga itu memicunya bunuh diri," tegas gadis itu. 
 
Gadis Yazidi lainnya bernama Wafa memaparkan, bagaimana dia dan kakak perempuannya juga mencoba bunuh diri usai si penculik mengancam akan menikahkan mereka secara paksa. "Kami telah mengikat kencang syal di leher kami dan kami saling menarik sekencang mungkin, sampai akhirnya saya pingsan," ujar Wafa. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,