PBR Terancam Tak Bisa Ikuti ISL

PBR Terancam Tak Bisa Ikuti ISL

ilustrasi

Bandung - Pelita Bandung Raya (PBR) terancam tak bisa mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan, jika mereka belum bisa menyelesaikan tunggakan kepada para pemainnya.

"Jika tidak sanggup, lebih baik enggak usah ikut nanti mengganggu kompetisi," kata Ketua PSSI Johar Arifin melalui ponselnya, Selasa (23/12/2014).

Ia mendesak klub-klub penunggak gaji pada para pemainnya untuk segera menyelesaikan tunggakan pada para pemainnya.

"Apalagi kompetisi akan digelar awal Februari nanti, jadi jangan sampai kompetisi dimulai sementara tunggakan masih ada," ujar Johar.

Sejauh ini, kata Johar, PT Liga Indonesia selaku operator ISL sudah memberi kemudahan untuk klub mencari sponsor dan sumber keuangan.

"Tapi tetap saja klub harus tanggung jawab," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, para pemain PBR tidak akan menggelar latihan selama pembayaran gajinya dari PT Kreasi Performa Pasundan, selaku perusahaan yang menaungi PBR belum diselesaikan.

"Rencana latihan kami semula hari ini tapi  diundur sampai pembayaran gaji selesai. Tapi ini bukan mogok latihan, tapi tunggu pembayaran gaji dulu baru latihan," ujar salah satu pemain PBR yang enggan disebutkan namanya, kepada Cikalnews.com Senin (22/12/2014).

Ia mengatakan, sejumlah pemain PBR mengalami tunggakan pembayaran gaji. "Saya belum dibayar selama dua bulan dan rata-rata pemain belum dibayar selama 1-2 bulan," katanya.

Setelah usai kompetisi Indonesia Super League (ISL), dia dan para pemain lainnya menunggu pembayaran gaji. "Kami tunggu dan tunggu janji mereka tapi belum ada juga," kata sumber tersebut. (AY)

.

Categories:Sepak bola,