Jaksa Siapkan 80 Saksi Kasus Ade Swara

Jaksa Siapkan 80 Saksi Kasus Ade Swara

ilustrasi

Bandung - Jaksa penuntut umum KPK menyiapkan 80 saksi dalam sidang pemeriksaan kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang Bupati Karawang nonaktif Ade Swara dan istrinya Nurlatifah, di Pengadilan Tipikor Jabar, Bandung.
 
Saksi yang akan dihadirkan itu lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah saksi kasus tersebut yang ada dalam berita acara pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebanyak 135 orang.
 
"Jumlah saksi sebenarnya ada 135 orang. Tetapi yang akan dihadirkan sebagai saksi 80 orang," kata koordinator jaksa penuntut umum KPK, Yudi Kristiana dalam persidangan lanjutan dengan agenda putusan sela, di Pengadilan Tipikor Bandung, Selasa (23/12/2014).
 
Dalam persidangan itu, jaksa KPK juga menyampaikan permohonan kepada majelis hakim yang dipimpin Nawawi Pamolango, agar sidang kasus Ade Swara dan Nurlatifah digelar selama dua kali dalam sepekan, yakni Selasa dan Rabu.
 
Hal tersebut disampaikan karena cukup banyak saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang itu.
 
Dalam sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi, rencananya jaksa KPK akan menghadirkan empat sampai lima orang saksi setiap hari.
 
Saksi-saksi itu dihadirkan untuk mempekuat pembuktian KPK dalam menjerat Ade Swara dan istrinya dengan pasal pemerasan dan tindak pidana pencucian uang.
 
Informasi di lapangan, puluhan saksi yang akan dihadirkan tersebut berasal dari kalangan pengusaha dan birokrat. Termasuk juga dari kalangan masyarakat yang mengetahui seputar kasus yang melibatkan bupati dan isterinya itu.
 
Mengenai permohonan Penuntut Umum KPK tentang jadwal sidang yang digelar selama dua kali dalam sepekan, majelis hakim belum bisa menentukannya. Sebab, jadwal sidang dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Bandung cukup padat.
 
Sementara itu Ketua Majelis Hakim Nawawi Pamolango menyatakan, jadwal sidang dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Jabar itu sebenarnya sudah ditetapkan, yakni setiap Senin dan Rabu. Hanya sidang dugaan korupsi Ade Swara dan isterinya yang digelar pada Selasa.
 
"Setiap Senin dan Rabu, majelis hakim mempunyai jadwal sidang. Karena itu, nanti permohonan Penuntut Umum akan pertimbangkan. Untuk sementara, sidang akan kembali dilanjutkan pada Selasa depan," katanya.
 
Sementara itu, majelis hakim Tipikor Bandung menolak eksepsi terdakwa Ade Swara dan istrinya Nurlatifah dalam sidang kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang, Selasa (23/12/2014).
 
"Majelis berpendapat dakwaan jaksa sudah cermat dan lengkap," ujarnya. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,