150 Hektare Sawah Harus Ditanam Ulang

150 Hektare Sawah Harus Ditanam Ulang

ilustrasi

Bandung - Sedikitnya 150 hektare tanaman padi di areal pesawahan di Kabupaten Bandung harus dilakukan tanam ulang akibat tergenang banjir.
 
"Banjir selain melanda pemukiman penduduk juga pesawahan terendam, sedikitnya 360 hingga 400 hektare terendam, dan sekitar 150 hektare di antaranya kemungkinan harus tanam ulang," kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung Tisna Umaran di Bandung, Rabu (24/12/2014).
 
Ia menyebutkan, sebagian besar areal pesawahan yang tergenang banjir luapan Sungai Citarum dan sejumlah anak sungainya itu adalah areal yang mengalami kekeringan pada musim kemarau lalu.
 
Usia padi yang terendam itu antara satu hingga tiga minggu, atau bahkan sebagian lahan belum sempat ditanami sudah tergenang banjir akibat curah hujan tinggi di kawasan Bandung Selatan.
 
"Bila air banjir tidak surut dalam sepekan, dipastikan tanaman padi membusuk dan harus dilakukan tanam ulang. Jelas ini sangat merugikan bagi petani, khususnya mereka yang musim lalu kekeringan," kata Umaran.
 
Sementara itu luasan areal pesawahan yang terendam banjir sebagian besar di kawasan Kecamatan Rancaekek yang mencapai 200 hektare, kemud8ian di Banjaran 48 hektare, Bojongsoang 70 hektare, Solokanjeruk delapan hektare, Cileunyi, kemudian Ciparay, Solokanjeruk dan Cikancung.
 
"Bila hujan terus turun banjir potensi meluap, tak hanya akibat luapan Citarum tapi juga akibat hujan deras di sekitar pesawahan," katanya.
 
Banjir besar lima tahunan yang melanda Bandung Selatan hingga saat ini belum ada tanda-tanda surut, bahkan data terakhir banjir meluas ke sembilan kecamatan di Kabupaten Bandung itu.
 
Lokasi banjir terparah di kawasan Baleendah, Bojongoang dan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung yang mencapai ketinggian hingga tiga meter. Sejumlah ruas jalan juga terputus dan mengakibatkan roda perekonomian di kawasan itu terganggu. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,