Warga Bojong Citepus Mulai Terserang Penyakit

Warga Bojong Citepus Mulai Terserang Penyakit

ilustrasi

Bandung - Berbagai penyakit mulai dirasakan warga korban banjir di Kampung Bojong Citepus RW 09, Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot. Mereka juga mengeluhkan minimnya bantuan logistik dan kesehatan.

Bubun (50),  warga Kampung Bojong Citepus mengatakan ketinggian air di pemukiman mereka mencapai 3,5 meter. Sehingga, sebagian besar warga masih bertahan di beberapa titik pengungsian.

"Banjir sudah lima hari air tak kunjung surut. Sekarang banyak warga yang mulai sakit gatal-gatal kutu air, demam, diare, flu, pusing dan pegal-pegal," kata Bubun, Kamis (25/12) pagi.

Bubun melanjutkan, warga yang masih  bertahan di pengungsian saat ini membutuhkan bantuan pelayanan kesehatan dan makanan. Saat ini, bantuan seperti makanan dan obat-obatan memang ada, namun sayangnya terbatas. Sehingga, tak jarang ada warga yang tak kebagian.

"Sedangkan untuk mendatangi tempat posko kesehatan aksesnya cukup sulit, terutama untuk warga yang masih bertahan di rumahnya," ujar Bubun.

Kondisi serupa dialami warga RW 4 dan RW 5 Kampung Bojongasih Desa/ Dayeuhkolot. Warga yang berada di beberapa titik pengungsian mengeluhkan kurangnya bantuan makanan dan obat-obatan. Berbagai penyakit pun mulai diderita warga.

"Bantuan makanan dan obat-obatan memang ada. Cuma banyak yang tidak kebagian karena tidak merata pembagiannya," kata Agus, salah seorang warga Bojongasih.

Selain itu, matinya aliran listrik di pemukiman mereka juga cukup menyulitkan  terutama saat malam hai. Kepungan air dan gelapnya malam menambah penderitaan mereka.

Banjir luapan Sungai Citarum juga menyulitkan mereka untuk menjalankan aktvitas sehari-hari, seperti bekerja, sekolah dan keperluan lainnya. Karena akses menuju berbagai tempat masih terendam banjir.

"Saya juga sudah tiga hari tidak masuk kerja. Untungnya atasan di kantor bisa memaklumi. Kalau anak-anak sekolah untungnya sekarang sudah masuk musim libur," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,