Taman Alun-alun Belum Waktunya Dinikmati

Taman Alun-alun Belum Waktunya Dinikmati

Taman Alun Alun Bandung ramai di kunjungi warga, Kamis (25/12/2014)

Bandung - Menanggapi banyaknya warga yang mengunjungi Taman Alun-alun Kota Bandung sebelum tuntas diselesaikan, pihak penegak Perda Satuan Polisi Pamong Praja mengimbau warga seharusnya taman itu belum bisa digunakan. Kalau sudah dipakai banyak warga sebelum peresmian, dikhawatirkan rusak dan menganggu proses penyelesaian.

Hal itu diungkapkan Gin Garnadi, Komandan Kompi 1 Tibum Satpol PP Kota Bandung, di Taman Alun-alun Bandung, Kamis (25/12/2014) sore. "Inikan ada tanda sekat pembatas, berarti masih dalam tahap pembangunan. Warga  tidak tahu masuk taman dan menginjak rumput sintetis, gimana kalau rusak sebelum peresmian," keluhnya.

Oleh karena itu, pihaknya sempat memperingati warga untuk keluar dari taman. Dia juga mengimbau agar ada patok yang bertuliskan dilarang menginjak rumput taman, sehingga taman ini bisa digunakan setelah peresmian nanti.

"Harusnya ada patok larangan untuk memasuki taman sebelum peresmian, agar taman ini benar-benar siap digunakan setelah diresmikan Walikota Bandung. Bisa dilihat warga yang masuk buang sampah sembarangan dan kami jugalah yang harus memunguti sampah itu," jelasnya.

Pihaknya juga terus melakukan penertiban PKL (Pedagang Kaki Lima) dan PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) di area Mesjid Agung, yang belokasi tak jauh dari lokasi taman alun-alun. Banyak warga dari luar Kota Bandung menggunakan mesjid tidak semestinya, seperti makan di dalam mesjid bersama keluarga. 

 
Dia menambahkan, ada modus baru dari para gepeng yang menidurkan anaknya di mesjid. Saat  ditanya anaknya sedang sakit tetapi ketika petugas Satpol PP di luar area masjid kesempatan itu malah digunakan untuk mengemis di pinggir mesjid.

"Gepeng ini bilangnya orang luar daerah lagi istirahat di Mesjid Agung karena anaknya sedang sakit. Tapi setelah petugas pergi dia malah mengemis di pinggir mesjid. Selain itu sering terlihat keluarga mempergunakan mesjid untuk tempat makan "botram", kami terus lakukan penertiban untuk hal-hal seperti ini setiap hari sebagai jajaran penegak Perda Kota Bandung," tutupnya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,