Penderita HIV/AIDS Sampit Enggan Berobat

Penderita HIV/AIDS Sampit Enggan Berobat

Ilustrasi Foto(Net)

Sampit, Kalteng  - Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sebagian besar enggan menjalani program pengobatan secara rutin yang disiapkan pemerintah.

"Banyak yang periksa dan terbukti positif tapi mereka malah lari. Dari sekitar 45 orang yang positif, jumlah yang mengakses obat secara rutin itu hanya dua orang padahal disediakan cuma-cuma," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim, dr H Faisal Novendra Cahyanto di Sampit, Jumat (26/12/2014).

Fakta ini sangat disayangkan karena minum obat secara rutin sangat membantu penderita HIV/AIDS. Penggunaan obat terbukti membuat peningkatan kekebalan tubuh dan menurunkan virus HIV di dalam tubuh.

Ia mengatatakan observasi dari dua penderita HIV/AIDS yang mengonsumsi obat secara rutin menunjukkan perkembangan kesehatan yang cukup bagus. Ini seharusnya disadari para penderita lainnya agar dengan sukarela mau menjalani program pengobatan.

Faisal menjelaskan masyarakat harus membantu mengubah stigma buruk tentang penderita HIV/AIDS agar mereka lebih terbuka dan mau berobat. Kebanyakan penderita malu dan khawatir akan dijauhi jika banyak orang yang mengetahui dirinya terjangkit penyakit mematikan itu.

Mereka, lanjutnya, ada yang hidup berpindah-pindah alamat, namun ada pula yang menetap tetapi enggan menjalani pengobatan karena berbagai alasan pribadi. 

"Pemerintah sangat berharap mereka bersedia didampingi agar dapat dibantu untuk menjalani pengobatan," sambung Faisal.

Dinas Kesehatan, lanjutnya, terus mengajak mereka yang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS untuk berkonsultasi dan memeriksakan diri secara sukarela. Ada dua klinik VCT (voluntary consult and test) yang disiapkan yaitu di RSUD dr Murjani Sampit dan Puskesmas Pasir Putih.

"Ke depan kami akan menjalankan provider inisiatif test and consult, jadi kalau ada pasien ada tanda-tanda HIV/AIDS maka dokter berhak melakukan inisiatif pemeriksaan tapi setelah memberikan pemahaman. Tapi tetap harus persetujuan pasien," katanya.(Ode)**

.

Categories:Nasional,
Tags:kesehatan,