Jokowi Sudah Seharusnya Turunkan Harga BBM

Jokowi Sudah Seharusnya Turunkan Harga BBM

ilustrasi

Jakarta - DPR RI memandang, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan pemeintahan Jokowi tidak tepat, jadi diturunkannya harga merupakan hal yang sudah semestinya dilakukan.
 
"Memang sudah seharusnya harga BBM diturunkan karena membebani rakyat di tengah melemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini, sungguh tidak tepat momen kenaikan yang lalu," ujar Ketua Komisi VI DPR RI, Achmad Hafisz Tohir, Jumat (26/12).
 
Menurut Hafisz, kondisi rakyat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sangat berat lantaran melambungnya harga kebutuhan pokok. Bahkan, dengan rencana Jokowi yang ingin menurunkan harga BBM Rp 1.000 dianggap tidak cukup membantu mengurangi beban rakyat.
 
Jokowi, lanjutnya sedianya telah melakukan kekeliruan dengan mengeluarkan kebijakan menaikkan harga BBM. Pertama, menaikkan harga BBM di saat crude oil dunia sedang turun, dan ini tentunya melanggar Pasal 12 ayat 13 UU no. 14 APBNP 2014. Kedua, dia menurunkan BBM di saat harga kebutuhan pokok dan komoditi melambung naik.
 
"Quo vadis menteri perekonomian kita. Suka atau tidak suka, BBM harus turun. Kalau tidak turun berarti ini negara gagal kelola. Harga crude oil sekarang sudah 59  dolar AS, dan BBM RON 92 dijual cuma Rp 7.900 per liter di Los Angeles per hari ini," tegasnya.
 
Harga itu jika dibandingkan dengan di Indonesia cukup jauh, di mana BBM subsidi pemerintah yang harganya Rp 8.500, sedangkan RON 88 yang itupun masih subsidi Rp 1.000.
 
"Sungguh menaikkan BBM Rp 2 ribu terlalu dipaksakan. Terkesan pemerintah ingin mencari tambahan fiskal dengan cara gampang tidak mau berpikir kreatif," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:bbm,