AS Pasar Utama Tujuan Ekspor Furnitur Indonesia

AS Pasar Utama Tujuan Ekspor Furnitur Indonesia

Produk Furniture Indonesia Yang Siap Menembus Pasar Amerika Serikat

Jakarta - Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Chicago, Wijayanto mengatakan, Amerika Serikat (AS) adalah pasar yang besar sebagai tujuan ekspor produk furnitur. Tak heran jika nilai impor produk furnitur di AS terus berkembang dengan rata-rata kenaikan 6,2% per tahun hingga mencapai US$ 21,5 miliar. Nilai tersebut diperkirakan meningkat sekitar 7,1% hingga 2019. 

Sebab itu, menurut Wijayanto, Indonesia melihat betapa potensialnya AS sebagai pangsa pasar prioritas dalam pemasaran produk furniture ini. Karenanya, pihaknya merekomendasikan 8 perusahaan asal Indonesia ikut serta dalam pameran Internasional Casual Furniture and Accesoris Market di AS. Perusahaan tersebut memamerkan meja dan kursi kayu dari jati, aksesoris kamar mandi, furnitur rotan, dan lantai kayu untuk luar ruangan."Selera buyer AS bervariasi. Salah satu buyer yang hadir berminat mencari desain-desain unik dengan bahan baku unik, seperti misalnya kayu organik atau ramah lingkungan. Dalam hal ini, furnitur Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan produk furnitur dari negara lain," ungkapnya.

Total ada 218 peserta yang ikut pameran. Dari Indonesia adalah Elmas, Maraton Kencana, Ateja, Universal, Jewels of Java, Elanamar Design, Mulia Manufacturing, dan Tanjaya.

Ia mengakui, Tiongkok masih merajai produk furnitur di AS dengan nilai US$ 24 miliar atau 50% dari total nilai impor furnitur AS. Indonesia berada di peringkat 8 dengan nilai US$ 713 juta atau hanya 2% dari total nilai impor furnitur AS. Namun ia menyebutkan, furnitur dari Indonesia masih punya peluang besar untuk menyalip Tiongkok. Indikasi utamanya adalah Sistem Verifikasi Legalisasi Kayu (SVLK) sebagai sertifikat ramah lingkungan yang dipersepsi dunia sebagai keunggulan utama produk. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,