Agar Tidak Banjir Pembangunan KBU Sistem Panggung

Agar Tidak Banjir Pembangunan KBU Sistem Panggung

Rachmat Jabaril, aktifis lingkungan KBU saat berdialog tentang lingkungan dan banjir. (Foto : ADE)

Bandung – Agar tidak merusak lingkungan dan menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat sebaiknya pembangunan di KBU(Kawasan Bandung Utara) dilakukan dengan metode arsitektur rumah panggung, hal ini berguna untuk menjaga tanah resapan agar terus ada.

 

Menurut penjelasan aktifis peduli lingkungan KBU, Rahmat Jabaril, sebaiknya pemerintah daerah dalam mengeluarkan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) harus terpacu pada tata ruang lingkungan dan RTH (Ruang Terbuka Hijau).

 

“Dengan mendirikan bangunan yang di desain dengan bentuk panggung ini bisa mempertahankan ruang terbuka hijau agar tetap ada. Kontur tanah dan pengesarannya pun bisa diminimalisir sehingga tidak menyebabkan longsor dan dampak banjir di beberapa daerah,” jelas Rahmat Jabaril di  Kota Bandung, Sabtu (27/12/2014).

 

Agar pembangunan di KBU tidak merusak lingkungan dan kondisi alam sekitar, sebaiknya mitra pemerintah di desa dan kelurahan mengawasi proses pembangunan.

 

“Aparat pemerintah desa atau kelurahan setempat sebaiknya memantau langsung proses pembangunan jika sedang ada proyek didaerahnya. Hal ini bisa membantu jika ternyata melanggar tata ruang lingkungan dan RTH," ungkap Rahmat.

 

Agar kerusakan di KBU tidak semakin parah, sebainyak pembangunan disana lebih mengedepankan fungsi hidrologis sehingga daerah resepan bisa terus ada. Selama ini pembangunan KBU untuk perumahan, hotel, atau restaurant lebih condong menggunakan beton yang menyebabkan daerah resapan semakin sedikit. (Ode)**

.

Categories:Bandung,