BPBD Antisipasi Dampak Pasca Banjir

BPBD Antisipasi Dampak Pasca Banjir

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mengantisipasi dampak yang timbul pascabanjir terutama akibat buruknya sanitasi bekas genangan.
 
"Banjir surut bukan berarti pendampingan berakhir, justeru penanganan pascabanjir banyak dampak yang timbul, terutama bagi kesehatan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Marlan di Bandung, Minggu (28/12/2014).
 
Untuk itu, BPBD Kabupaten Bandung meningkatkan koordinasi dalam membantu masyarakat mengatasi sanitasi pascabanjir, serta siaga dalam menjaga kesehatan masyarakat.
 
"Pascabanjir sanitasi pasti belum normal, debu, dan saluran air belum normal. Sejumlah penyakit juga mengancam seperti diare, batuk, flu dan gatal-gatal. Kami sudah antisipasi," kata Marlan.
 
Ia menyebutkan posko kesehatan telah didirikan di sejumlah Posko Banjir Baleendah dan Dayeuhkolot.
 
Menurut dia ada sedikitnya 18 titik Posko Pengungsi di Baleendah dan 11 posko pengungsi di Dayeuhkolot. Masing-masing dilengkapi dengan dapur umum dan posko kesehatannya.
 
"Jumlah masyarakat yang berobat bertambah, gejalanya flu, gatal-gatal dan pegal-pegal. Sebagian besar ditangani di posko. Sejauh ini memang ada beberapa yang dirujuk ke rumah sakit terdekat," kata Marlan.
 
Khusus untuk penanganan kesehatan di lokasi banjir, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung telah membagi ke dalam tiga ring penanganan yakni di Posko, Puskesmas dan rujukan ke rumah sakit.
 
RS Al Ihsan di Baleendah dan Bina Sehat di Dayeuhkolot menjadi RS rujukan bagi warga korban banjir.
 
Sementara itu status tanggap darurat bencana di Kabupaten Bandung akan berlangsung hingga Senin (29/12/2014). Namun demikian pendampingan dan penyaluran bantuan bagi korban banjir tetap akan dilayani di Posko Bencana Banjir.
 
Sementara itu genangan banjir di kawasan Baleendah dan Dayeuhkolot sudah surut. Sebagian warga sudah mulai membersihkan lumpur yang masuk ke rumah masing-masing.
 
Selain dipel, juga disemprot dengan menggunakan pompa air. Namun warga mengeluh sebagian besar saluran pembuangan airnya rata-rata belum normal.
 
Kebutuhan air bersih dari warga di lokasi banjir juga masih cukup tinggi karena rata-rata sumur di rumah masing-masing belum bisa dimanfaatkan karena bekas terendam banjir.
 
"Selama ini kami menggunakan minuman mineral baik galon maupun kemasan plastik. Kami butuh air bersih dalam beberapa hari ke depan," kata Sulaeman, warga Bojong Asih Kecamatan Dayeuhkolot.
 
Warga berharap tidak turun hujan dalam beberapa hari ke depan sehingga mereka bisa terbebas dari banjir.
 
Ia mengaku sudah sepekan rumahnya terendam banjir, dan baru surut pada Minggu pagi.
 
"Kasihan anak-anak harus mengungsi karena rumah saya terendam setinggi semeter," kata Sulaeman. (AY)
.

Categories:Bandung,