Pemerintah Terus Tingkatkan Kesejahteraan Prajurit

Pemerintah Terus Tingkatkan Kesejahteraan Prajurit

Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo menyatakan negara dan pemerintah bertanggungjawab pada peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit TNI.(Foto:Net)

Jayapura - Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo menyatakan negara dan pemerintah bertanggungjawab pada peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit TNI.
 
"Negara dan Pemerintah bertanggungjawab pada peningkatan profesionalisme prajurit, termasuk memperhatikan kesejahteraannya," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo saat berada di Kota Jayapura, Papua, Senin (29/12/2014).
 
Selain peningkatan profesional dan kesejahteraan prajurit, Mendagri mengemukakan, pemerintah juga terus meningkatkan alat utama sistem persenjataan (alusista).
 
"Mari kita catat bahwa anggaran TNI untuk Alutsista terus ditingkatkan. KASAD juga sudah merencanakan program peningkatan kesejahteraan. Seluruh prajurit TNI itu harus punya rumah tinggal, apakah itu asrama, atau rumah, yang bisa didiami oleh keluarga," katanya.
 
"Yang kedua prajurit TNI dan keluarganya kalau berobat harus gratis, dan yang ketiga, ada kartu pintar buat anak-anak yang bersekolah, uang lauk pauk bertahap akan ditingkatkan, sehingga penghasilan dari prajurit TNI (prada hingga jenderal) akan terus ditingkatkan secara bertahap," katanya lagi.
 
Dengan begitu, kata Mendagri, para prajurit TNI yang menjaga kawasan perbatasan tidak lagi memikirkan soal kesejahteraan keluarga, karena pemerintah bertanggungjawab akan hal itu. "Sehingga jika mereka ditugaskan didaerah terpencil seperti ini, setidaknya sudah tidak memikirkan kalau ada keluarga yang sakit, kalau ada keluarga yang perlu uang sekolah anak-anak, termasuk kehidupan sehari-hari. Juga termasuk tingkat profesionalisme prajurit," katanya.
 
Mengenai prajurit TNI yang bertugas digarda terdepan, menjaga kawasan perbatasan harus, Mendagri mengatakan,"Atas nama pemerintah, saya menyampaikan rasa hormat dan rasa bangga. Karena prajurit TNI yang hadir disini, bahwa mereka adalah penjaga perbatasan bagian dari rakyat. Prajurit TNI yang tetap berpegang pada Sapta Marga dan Pancasila, serta keikhlasan menjaga perbatasan didaerah terpencil ini sangat dibutuhkan," katanya.
 
Hal lainnya yang disampaikan Mendagri adalah, prajurit TNI tidak boleh melupakan atau melanggar sumpah prajurit, sapta marga dan Pancasila, yang dijadikan sebagai pegangan dan pedoman saat bertugas dan ditengah masyarakat.
 
"Prajurit selalu siap, jadi mari kita kerja sama gotong royong dan seluruh pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan, desa atau kampung dan seluruh komponen lain bersatu, menjaga dan membangun kawasan perbatasan," katanya.
 
Sebelumnya pada Minggu (28/12/2014) pagi, Mendagri Tjahyo Kumplo dan Menkumham Yasona Laoly meninjau kawasan perbatasan RI-PNG Skouw-Wutung. Disana kedua menteri sempat berdialog dengan perwakilan kantor Imigrasi, Custom, Badan Perbatasan dan Hubungan Luar Negeri Provinsi Papua, Wali Kota Jayapura dan menjambangi pos TNI.
 
Pada kunjungan itu, Menkumham Yasona Laoly memuji prajurit TNI yang menjaga kawasan perbatasan itu. "Kalian adalah putra-putra terbaik bangsa yang menjaga perbatasan RI, menjaga keutuhan negara, menjaga dengan baik dan negara menghargai kalian yang telah melaksanakan tugas dengan baik," kata Yasona Laoly. (AY)
.

Categories:Nasional,