Menkeu, Indonesia Belum Siap Hapus Premium

Menkeu, Indonesia Belum Siap Hapus Premium

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro : "RON 88 belum bisa dihapus pada 2015. Alasannya, kita harus sudah siap dulu".(Foto:Net)

Jakarta - Rencana  penghapusan RON 88 (Premium) yang selama ini diimpor oleh PT Pertamina (Persero), dinilai belum akan terlaksana pada tahun 2015. Indonesia dinilai belum siap untuk mengeksekusi rencana tersebut.
 
"RON 88 belum bisa dihapus pada 2015. Alasannya, kita harus sudah siap dulu," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (29/12).
Menurutnya, kesiapan itu termasuk dengan kapasitas kilang yang ada di Indonesia. Seperti yang diketahui, kilang Pertamina belum mampu untuk memproduksi RON yang lebih tinggi.
 Sebelumnya, Menko Perekonomian Sofyan Djalil juga pernah mengatakan, untuk penghapusan itu membutuhkan waktu yang panjang. Sebab, saat ini Pertamina juga masih memproduksi RON yang berkualitas rendah.
 
Dengan kilang Pertamina yang sudah berumur ratusan tahun, dianggap sangat sulit mewujudkan wacana penghapusan Premium. Namun, saat ini Pertamina telah melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan beberapa perusahaan minyak di negara lain, dalam rangka memperbaharui kapasitas kilang yang ada.
Pembaharuan itu butuh waktu cukup lama, paling cepat 5 tahun setelah kesepakatan. Adapun kilang yang diperbaharui yaitu kilang minyak Balikpapan di Kalimantan Timur, Kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah, Kilang Dumai di Riau, Kilang Plaju di Sumatera Selatan, serta kilang Balongan di Jawa Barat. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:ekonomi,