Investasi Pasir Besi di Jabar Masih Tertutup

Investasi Pasir Besi di Jabar Masih Tertutup

Ilustrasi Foto.(Antara)

Bandung - Pemerintah Provinsi Jabar masih tertutup untuk investasi sektor bisnis penambangan pasir besi pada 2015, karena dinilai terlalu besar dampak kerusakan terhadap lingkungan maupun infrastruktur jalan.
 
"Pemerintah sekarang masih memoratorium untuk penambangan pasir besi, jadi untuk 2015 investasi pasir besi tidak termasuk dalam target kita," kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Provinsi Jabar Dadang M. Masoem di Bandung, Senin (29/12/2014).
 
Ia menuturkan, moratorium itu merupakan komitmen Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wakilnya Deddy Mizwar yang ingin menjaga kelestarian alam dan menertibkan aktivitas yang merusak lingkungan diantaranya pasir besi.
 
BPMPT Jabar, lanjut dia, tentu setiap tugasnya selaras dengan program dan kebijakan kepala daerah seperti tidak terbuka izin bagi investor di sektor penambangan pasir besi.
 
"Moratorium ini ingin dicoba dilihat ulang perizinannya, ada peraturan yang sekarang ini ditinjau ulang," katanya.
 
Ia menambahkan, Jabar memiliki potensi penambangan pasir besi di wilayah pantai selatan seperti Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Cianjur, dan Sukabumi.
 
Namun kekayaan alam yang sebelumnya sempat ditambang itu, kata dia, justru menimbulkan kerusakan lingkungan dan infrastruktur jalan hingga akhirnya pemerintah menghentikan aktivitas penambangan.
 
"Banyak mengganggu lingkungan sekitar, dan juga bertentangan dengan program investasi jaringan jalan Jabar selatan, infrastruktur yang dibangun ternyata banyak yang rusak," katanya.
 
Dadang menambahkan, meskipun pasir besi tidak termasuk sasaran investasi, bukan berarti tidak ada lagi potensi lain di Jabar yang dapat mengundang investor untuk berinvestasi.
 
Menurut dia, Jabar memiliki berbagai macam potensi untuk mengundang investor berinvestasi diantaranya sektor industri, makanan, minuman, jasa dan pariwisata.
 
"Kita terbuka menawarkan berbagai potensi usaha di Jabar bagi investor asing maupun dalam negeri, target investasi kita tahun 2015 sebesar Rp100 triliun," katanya. (AY)
.

Categories:Bandung,