Perbankan Siap Hadapi MEA 2015

Perbankan Siap Hadapi MEA 2015

Ilustrasi Foto.(Net)

Makassar - Deputi Kepala Perwakilan Bidang Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia Provinsi Sulsel Causa Iman Karana mengatakan perbankan Indonesia telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015."Dari sisi permodalan, BI telah mengelompokkan bank berdasarkan besarnya modal inti, ini dalam rangka memperkirakan seberapa kuat bank tersebut dalam menghadapi kompetisi di tingkat ASEAN," kata Causa di Makassar, Selasa  (30/12/2014).

Bank Indonesia telah mengkategorisasi perbankan ke dalam empat kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) berdasarkan besarnya modal inti. BUKU I adalah Bank dengan modal kurang dari Rp1 triliun, BUKU II memiliki modal Rp1 triliun hingga kurang dari Rp5 triliun, BUKU III dengan modal inti Rp5 triliun hingga Rp30 triliun, dan BUKU IV memiliki modal di atas Rp30 triliun.Besarnya jumlah modal ini, kata dia, akan menentukan jenis usaha apa yang bisa dilakukan oleh perbankan.

"Jadi jika modalnya belum kuat jenis usahanya juga terbatas, sehingga jika terjadi masalah maka resikonya tidak akan melebar," jelasnya.Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), kata Causa, Indonesia juga tidak akan kalah bersaing, karena perbankan telah menerapkan sistem sertifikasi untuk memastikan kualitas SDM.

"Jadi dari sisi SDM kami juga telah siap menghadapi persaingan di tingkat global," tegasnya.Dari sisi Teknologi Informasi, Indonesia menurut Causa juga tidak kalah dari negara-negara lain. Bahkan bank pertama yang memiliki satelit di dunia itu ada di Indonesia, yaitu BRI.

Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut Causa optimis perbankan Indonesia dapat menghadapi persaingan di era MEA.Sementara itu Komisaris Bank Sulsel N. Ikawidjaja mengatakan bahwa terkait MEA, OJK dan Bank Indonesia telah mempersiapkan master plan termasuk mempersiapkan konsolidasi dan akusisi perbankan."Bisa dipastikan dua tahun dari sekarang atau setidaknya hingga 2020 akan ramai dilakukan merger maupun akusisi," ujarnya.Hal yang penting diperhatikan oleh perbankan, menurut Ikawidjaja adalah basis market yang kuat."Selama kita punya basis market yang kuat khususnya di sektor usaha kecil menengah, perbankan asing juga akan segan,"katanya. (AY)

.

Categories:Perbankan,
Tags:,