Tim babak Belur Jika Kompetisi LSI Satu Wilayah

Tim babak Belur Jika Kompetisi LSI Satu Wilayah

Pelatih PBR Dejan Antonic.(Foto:BimaAdi)

Bandung - Pemberlakuan kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) dengan format satu wilayah dinilai arsitek Pelita Bandung Raya (PBR), akan membuat tim peserta LSI kewalahan karena berbiaya mahal.

Musim depan, PT Liga Indonesia selaku operator LSI akan memberlakukan satu wilayah dengan jumlah peserta sebanyak 20 laga. Artinya, satu tim peserta LSI akan melakoni 38 laga.

"Itu akan sangat memberatkan tim, saya tidak setuju karena itu sangat mahal dan akan membuat tim kesulitan finansial," kata Dejan di Lembang, Selasa (30/12).

Musim lalu saja, katanya dengan format kompetisi dua wilayah, sejumlah peserta LSI mengalami tunggakan para pemainnya, termasuk tim PBR sendiri. "Apalagi dengan format satu wilayah, akan ada klub yang hancur karena biaya yang mahal," ujarnya.

Harusnya, di tengah tidak sehatnya finansial klub peserta LSI, PT Liga Indonesia kembali memberlakukan format dua wilayah. "Dengan masing-masing wilayah ditambah 1-2 tim," ujarnya.

Apalagi, peserta LSI ini juga akan disibukkan tidak hanya oleh kompetisi LSI, tapi juga akan berlaga di Piala Indonesia yang akan digelar Maret. Dipastikan, setiap peserta akan melakoni lebih dari 50 laga.

"Itu sangat tidak normal. Nanti ada piala Indonesia lalu para pemain sendiri akan ke timnas untuk persiapan SEA Games. Jadi saya rasa format dua wilayah akan sangat bagus," ujarnya. (Jr.)**

.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,