Teguran Tayangan Kekerasan dan Seksualitas Terbanyak

Teguran Tayangan Kekerasan dan Seksualitas Terbanyak

Ilustrasi Foto(Net)

Bandung - Teguran atas tayangan kekerasan dan seksualitas dalam acara televisi masih mendominasi tahun 2014, kata Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jabar Nursyawal di Bandung, Selasa (30/12/2014).
 
"Tercatat 1.361 indikasi pelanggaran yang ditemukan pengawas KPID Jawa Barat di tahun 2014, tayangan kekerasan dan seksualitas masih yang terbanyak," kata Nursyawal.
 
Ia menyebutkan, salah satunya pertandingan gulat yang ditayangkan di salah satu stasiun TV, tetapi mereka beralasan acara tersebut termasuk olahraga.
 
"Kami sudah hentikan acara tersebut, namun mereka menolak, alasannya acara tersebut termasuk olahraga," katanya.
 
Stasiun televisi tetap mementingkan rating daripada sanksi dari KPI hanya sebatas teguran berupa surat.
 
"Kesadaran terhadap hukum masih kurang karena TV lebih mementingkan rating," katanya.
 
Undang Undang Penyiaran, kata dia nantinya akan direvisi agar wewenang KPI dikembalikan agar menjadi regulator tunggal pengawas siaran.
 
Selain itu isu agama masih sensitif seperti contohnya tayangan berita perekrutan teroris dalam kegiatan remaja masjid, pengaduan banyak disampaikan masyarakat.
 
Pelanggaran lainnya, seperti jam tayang dan klasifikasi program. Belum semua televisi mencantumkan klasfikasi penonton dalam tayangannya.
 
KPID menyayangkan tayangan kepentingan pihak tertentu, ketika orang bisa menyewa frekuenai siaran, tidak berarti untuk kepentingan sendiri.
 
"Teguran KPID hampir setengahnya ditujukan untuk TV lokal. Dari 148 teguran, 73 ditujukan untuk TV lokal di Jawa Barat," katanya.
 
Dalam upaya meningkatkan dan menyehatkan siaran, KPID Jabar menggulirkan KPID Award sebagai bentuk apresiasi kepada stasiun penyiaran yang memberikan sajian sehat, menghibur dan mendidik. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,