Penjual Terompet Sumringah Jelang Tahun Baru

Penjual Terompet Sumringah Jelang Tahun Baru

Caption, pedagang terompet dan kembang api mengalami peningkatan omset jelang malam tahun baru, Rabu (31/12/2013).

Bandung - Jelang malam Tahun Baru penjual terompet menjamur di Kota Bandung. Di ruas ruas jalan protokol mulai bermunculan para pedagang terompet dan kembang api.
 
Pantauan CikalNews.com di lapangan, para pedagang tersebut merupakan pedagang musiman yang biasa berjualan saat hari raya besar seperti ini.
 
Tata S (58), seorang pedagang terompet yang ditemui CikalNews.com di Jalan Cicadas mengatakan, omset penjualan terompet Tahun Baru ini mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya dia bersama rekan-rekan pedagang lain di daerah tersebut, mengambil terompet dari pedagang lain dengan istilah kata "bajong" atau "moles".
 
"Bajong itu jadi kita ambil dari pedagang lain biasanya pedagang dari Jawa, Cirebon menaruh barang di sini nanti selesai tahun baru kita baru setoran. Omset sih naik tapi tergantung cuaca juga kalau hujan pasti banyak yang enggak kejual," ungkapnya kepada CikalNews.com, Rabu siang (31/12/2014).
 
Dirinya menjelaskan, untuk harga dari banjong dibandrol per satuan terompet yaitu Rp 8.000  hingga Rp 9.000, yang biasa dijual dengan harga Rp 15.000 hingga Rp 25.000.
 
Berbagai variasi terompet dijual, seperti terompet cerobong, terompet naga, terompet air gun, terompet cinderela, dll.
 
"Ini kan dagangan musiman setahun sekali, jadi sebetulnya hanya ikut memeriahkan saja," bebernya.
 
Hal serupa diungkapkan Ateng (45) yang mengaku, sudah 6 tahun berjualan kembang api saat Tahun Baru. Dia mengatakan omset penjualan per hari menuju Tahun Baru ini mengalami peningkatan.
 
"Yang saya alami memang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, istilah katanya modal bisa ketutup. Saya per hari bisa dapat Rp 1 - 2 juta,  buka sudah seminggu ini. Namun kekhawatirannya kalau hujan pasti banyak sisa barang," tutupnya. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,