6 Dari 77 Warisan Budaya Nusantara Dimiliki Jabar

6 Dari 77 Warisan Budaya Nusantara Dimiliki Jabar

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Nunung Sobari (Foto:Rangga)

Bandung - Sebanyak enam dari 77 warisan budaya Nusantara, berasal dari Jawa Barat.  Keenam warisan budaya tersebut adalah kujang, gotong singa, pantun betawi, calung, ronggeng gunung, dan aksara Sunda Kaganga.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Nunung Sobari di kantor Dekranasda Jabar, mengatakan, pengakuan tersebut harus menjadi motivasi bagi semua masyarakat Jabar untuk terus berkarya. Terlebih ada warisan budaya Indonesia sudah diakui UNESCO, yakni angklung dan batik.

"Ini artinya Jabar sudah memberikan kontribusi yang besar terhadap kedua benda cagar budaya dunia tersebut. Kita berharap seniman Jabar terus berkarya dengan pengakuan ini," kata Nunung saat ditemui CikalNews.com, Selasa (23/09/2014).

Menurutnya, atas pengakuan dari pemerintah pusat tersebut, pihaknya meminta perajin di Jabar memanfaatkan momen ini. Misalnya, perajin di Kabupaten Subang membuat cenderamata gotong singa, agar kesenian sisingaan semakin populer. Selain itu, kerajinan sisingaan bisa dibawa ke daerah lain.

"Manfaat pengakuan ini ke depan menjadi motivasi untuk perajin. Selain itu, ada penambahan value atau nilai. Di satu sisi, budaya kita semakin terkenal, di sisi lain menyejahterakan perajin," ungkap Nunung.

Selama ini, kata Nunung, budaya dan hasil kerajinan asal Jabar cukup banyak, tapi belum seterkenal kerajinan Bali atau Yogyakarta.

"Pengemasan atau packaging harus bagus agar bisa menjadi karya dan memiliki nilai tambah. Selain itu, harus terus ada even. Pameran seperti Pameran Kerajinan Jawa Barat (PKUJB) ini bagus. tapi pelaksanaannya harus melibatkan kabupaten/kota, asosiasi kerajinan agar berpartisipasi di tingkat nasional," katanya.

Hal senada diungkapkan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar, Admarius. Ia mengakui promosi sentra-sentra kerajinan di Jabar masih belum optimal. Salah satunya karena promosinya sangat lemah. Apalagi, database hingga saat ini belum lengkap. Perajin yang terdata Dekranasda Jabar baru 5.000 perajin.

Di wilayah Priangan saja jumlah sentra industrinya sudah mencapai 350 sentra. Belum lagi di Sukabumi, ada sentra perajin batu alam. Namun, perajin di Sukabumi hanya menjual produk mereka ke Bali dan Yogyakarta. Sementara ke Bandung, produk batu alam itu tak ada yang dikirim.

"Padahal, kami ingin menjadikan Bandung sebagai rumah perajin. Bandung harus jadi etalase produk kerajinan," kata Admarius.(Ode)**

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,