PM Israel Netanyahu Kembali Pimpin Partainya

PM Israel Netanyahu Kembali Pimpin Partainya

Benjamin Netanyahu.(Foto:Net)

Jerusalem  - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan mudah menyingkirkan saingannya dan telah terpilih kembali sebagai pemimpin partai berkuasa Likud menjelang berlangsungnya pemilihan dini, kata kelompoknya, Kamis (1/1/2015).

Netanyahu sedang berupaya memenangi jabatan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, dan secara keseluruhan akan menjadi yang keempat kalinya.

Ia menjalankan kekuasaan sejak 2009, menyusul periode jabatan pertama pada 1996-1999.

Kemenangan itu kian membuka jalan bagi Netanyahu untuk memimpin partainya, yang berhaluan sayap kanan, menuju pertarungan di pemilihan umum pada Maret tahun ini.

"Dengan mengumpulkan 60 persen suara yang dihitung, Benjamin Netanyahu mengambil 80 persen suara sementara Danny Danon 20 persen," kata juru bicara Likud Noga Katz kepada AFP. Ia menambahkan bahwa hasil akhir akan diketahui pada Kamis (1/1).

Sementara itu, menurut perkiraan resmi yang dikeluarkan tak lama setelah tempat-tempat pemungutan suara ditutup, tingkat kehadiran pemilih mencapai lebih dari 53 persen.

Sebanyak 96.651 anggota Likud juga berpartisipasi dalam pemungutan suara untuk menentukan sosok-sosok utama dari partai tersebut untuk bersaing pada pemilihan umum 17 Maret.

Dalam pemilihan utama pada Januari 2012, para anggota melalui suara mereka menyingkirkan tiga sosok moderat utama, pertanda adanya pergeseran ke kanan.

"Para pemilih akan menentukan tidak hanya bagaimana wajah Likud melainkan juga agenda ideologis partai dalam tahun-tahun mendatang," demikian tulis Yuval Karni di surat kabar Yediot Aharonot, yang bersikap anti-Netanyahu, menjelang pemilihan pada Rabu.

Pemilihan umum sendiri sebenarnya dijadwalkan akan diselenggarakan pada akhir 2017, namun oleh Netanyahu dimajukan menjadi awal Desember setelah runtuhnya koalisi yang kerap menentangnya.

Ketika memberikan suara di sebuah tempat pemungutan suara di Jerusalem pada Rabu, Netanyahu mengatakan partai tersebut harus bersatu dalam menghadapi ancaman dari sayap kiri, demikian AFP melaporkan.(Ode)**

.

Categories:Internasional,
Tags:politik,