Taman Ujung Bali Dipadati Wisatawan

Taman Ujung Bali Dipadati Wisatawan

Taman Ujung Bali.(Foto:Net)

Karangasem - Kunjungan masyarakat dan wisatawan ke objek wisata Taman Sukasada Ujung Karangasem, Bali, pada liburan Tahun Baru 2015 meningkat dibandingkan biasanya.


"Kunjungan setiap hari liburan besar, seperti Hari Raya Natal, Idul Fitri, Tahun Baru, Galungan, dan Kuningan terus meningkat dibandingkan hari biasa," kata Kepala Badan Pengelola Objek Wisata Taman Sukasada Ujung Karangasem, I Nyoman Matal di Karangasem, Kamis (1/1/2015).

Menurutnya, setiap hari kunjungan wisatawan asing berkisar 100 orang hingga 150 orang, sedangkan wisatawan Nusantara berkisar 200-300 orang.

"Namun pada hari liburan kunjungan wisatawan akan meningkat signifikan, karena objek wisata yang berada di ujung timur Provinsi Bali ini tergolong sejarah dalam kehidupan Kerajaan di Karangasem, sehingga menarik untuk dikunjungi," katanya.

Matal menjelaskan, data kunjungan wisatawan asing hingga akhir tahun 2014 sebanyak 32.000 orang dan wisatawan nusantara sebanyak 96.000 orang.

"Objek wisata itu salah satu andalan dari beberapa objek yang ada di Kabupaten Karangasem. Oleh karena itu pemerintah setempat terus melakukan pemeliharan objek wisata itu, termasuk memberikan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung," ujarnya.

Taman Sukasada Ujung dibangun oleh Raja Karangasem I Gusti Bagus Jelantik, yang bergelar Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Pada awalnya luasnya hampir 400 hektare, tetapi sekarang hanya tinggal sekitar 10 hektare. Kebanyakan tanah itu sudah dibagikan kepada masyarakat pada masa "Land Reform". 

Taman itu milik pribadi keluarga Puri Karangasem. Namun pengunjung umum diperbolehkan mengunjunginya. Di taman tersebut ada sejumlah bangunan yang dulunya digunakan keluarga raja. Antara lain Pura Manikan, Bale Giri, Bale Kambang, Bale Bundar, Bale Kapal, Bale Lunjuk dan Bale Warak.

Taman Ujung yang berjarak sekitar 75 km timur Kota Denpasar dibangun tahun 1909 atas prakarsa Anak Agung Anglurah. Arsiteknya seorang Belanda bernama Van Den Hentz dan seorang warga China bernama Loto Ang. Pembangunan ini juga melibatkan seorang "undagi" (arsitek adat Bali). (Jr.)**

.

Categories:Wisata,
Tags:wisata,