AirAsia Jakarta-Surabaya Mendarat Mendadak di Denpasar

AirAsia Jakarta-Surabaya Mendarat Mendadak di Denpasar

ilustrasi

Surabaya - Pesawat AirAsia Indonesia rute Jakarta - Surabaya mendarat mendadak di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar karena tidak bisa melakukan pendaratan secara baik di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo.

Communications Manager AirAsia Indonesia, Audrey Progastama Petriny membenarkan pesawat itu sempat mendarat tiba-tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar. Namun, pada pukul 19.00 WIB seluruh penumpang sudah mendarat dengan baik di Bandara Internasional Juanda.

"Pesawat kami memang mengalami kendala saat mau landing (mendarat) di Juanda. Faktor penyebabnya, di bandara itu sedang terkena hujan deras akibat cuaca buruk pada hari ini," ucapnya, dihubungi dari Surabaya, Kamis (1/1/2015) malam.

Meski begitu, masyarakat transportasi tidak perlu khawatir dengan kejadian itu, karena maskapai penerbangan itu selalu menjunjung tinggi komitmen untuk mengutamakan keselamatan penumpang. Bahkan, siap melakukan segala upaya demi kenyamanan seluruh penumpang.

"Seperti pendaratan mendadak hari ini, kami tetap bertanggung jawab dan menerbangkan seluruh penumpang ke Surabaya dengan selamat. Mereka diterbangkan dengan pesawat yang sama dari Denpasar ke Surabaya, meski terpaksa menunggu kondisi cuaca di Bandara Internasional Juanda membaik," tuturnya.

Secara umum, katanya dengan adanya sejumlah kejadian yang menimpa maskapai penerbangan itu AirAsia Indonesia menginformasikan,  seluruh penerbangan maskapai ke rute domestik dan internasional tetap beroperasi normal.

"Kami tidak pernah mengeluarkan surat yang mengatasnamakan Presiden Direktur AirAsia Indonesia, Sunu Widyatmoko terkait perubahan jadwal, maupun pembatalan penerbangan. Khususnya setelah hilangnya kontak Pesawat QZ 8501 rute Surabaya-Singapura," tukasnya.

Sementara itu,  AirAsia memiliki kebijakan untuk memberikan notifikasi kepada seluruh penumpang terkait perubahan maupun pembatalan jadwal penerbangan. Tepatnya, sebelum tanggal efektif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hingga saat ini AirAsia Indonesia melayani penerbangan melalui lima "hub" (bandara penghubung) yang berada di Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, dan Medan. Pada kurun waktu 10 tahun, AirAsia Indonesia telah menerbangkan lebih dari 40 juta penumpang.

"Kini kami menerapkan kebijakan single fleet dengan mengoperasikan 29 unit pesawat yang seluruhnya adalah Airbus A320. Sampai sekarang, kami telah mengoperasikan 33 rute, 21 rute internasional, dan 12 rute domestik," paparnya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:kecelakaan,