Jokowi, Pasar Tradisional Tetap Kita Pertahankan

Jokowi, Pasar Tradisional Tetap Kita Pertahankan

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta  - Presiden Joko Widodo diagendakan membuka perdagangan rakyat pada awal tahun 2015 di dua lokasi yaitu di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membuka pasar saham pada tahun 2015. 

Berdasarkan informasi dari Biro Pers Kepresidenan yang diterima di Jakarta, Jumat (2/1/2015) pagi, Presiden awalnya dijadwalkan bakal membuka perdagangan awal tahun di Pasar Tanah Abang, tepatnya di Lobi Blok A Pasar Tanah Abang, Jakpus, sekitar pukul 08.00 WIB.

Pasar Tanah Abang merupakan lokasi pasar tradisional yang kerap beberapa kali disambangi Jokowi, terutama saat dia masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sebelum menjadi Presiden RI.

Bahkan, saat menjadi Gubernur DKI, Jokowi dalam sejumlah kesempatan juga pernah mengungkapkan pentingnya mempertahankan keberadaan pasar tradisional yang memiliki banyak fungsi.

"Pasar tradisional harus terus kita pertahankan, tidak sekadar sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi dapat berkembang menjadi lokasi yang multifungsi. Memiliki fungsi sosial dan budaya," kata Jokowi.

Menurut dia, pasar tradisional bisa dijadikan primadona bagi pengunjung melalui penyediaan dan penataan jajanan pasar yang menjadi daya tarik masyarakat. Sedangkan masyarakat yang berbelanja ke pasar tradisional, membantu menggerakkan perekonomian nasional. 

Jokowi juga terkenal antara lain karena programnya yang menata Pasar Tanah Abang termasuk melakukan penataan PKL (pedagang kaki lima) di Blok G Pasar Tanah Abang. 

Sebelumnya, Jokowi pasca-Pemilu Presiden 2014 juga pernah membawa pendiri Facebook Mark Zuckerberg untuk blusukan ke Pasar Tanah Abang, 13 Oktober 2014.

Setelah dari Pasar Tanah, Presiden juga bakal meresmikan pembukaan perdagangan BEI tahun 2015 pada sekitar pukul 08.50 WIB.

Sudah menjadi kebiasaan Presiden atau Wakil Presiden membuka BEI pada awal tahun. Pada 2 Januari 2014 lalu, sosok yang membuka perdagangan pertama BEI adalah Wakil Presiden ketika itu, Boediono.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menutup perdagangan BEI akhir tahun 2014 di Jakarta, (30/12), menilai bahwa kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang positif di sepanjang tahun 2014 menandakan ekonomi di Tanah Air baik.(Ode)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,