Belasan Tentara dan Sipil Ditahan Pasca Gagal Kudeta

Belasan Tentara dan Sipil Ditahan Pasca Gagal Kudeta

Belasan tentara dan sipil ditahan.(Foto:Net)

Banjul- Belasan tentara dan sipil ditahan, dan sejumlah tempat penyimpanan senjata serta bahan peledak ditemukan setelah kudeta gagal di Gambia, kata sumber intelijen, Jumat (2/1/2015) WIB.
 
Para tersangka itu diperiksa dan ditahan di "empat vila" di atau dekat Banjul, ibu kota negara kecil di Afrika barat itu, kata sumber dekat dengan Badan Intelijen Nasional (NIA).
 
Pemimpin Gambia Yahya Jammeh, yang sedang mengunjungi Dubai saat serangan itu, menuduh para pembangkang asing yang tidak disebut namanya dan "teroris-teroris" atas serangan Selasa terhadap istana presiden, dan membantah aksi itu adalah satu usaha untuk menggulingkan dia.
 
"Itu adalah satu serangan oleh para pembangkang yang bermarkas di Amerika Serikat, Jerman dan Inggris," kata Jammeh dalam pidatonya televisi pada Rabu. "Ini bukan kudeta. Ini adalah serangan kelompok teroris, yang didukung beberapa negara", yang ia tidak akan sebut namanya.
 
Jammeh menegaskan bahwa angkatan bersenjata "sangat setia" dan hanyalah mantan tentara, termasuk seorang komandan senior ikut serta dalam serangan terhadap istananya.
 
"Tidak ada pasukan yang ikut serta dan tidak seorangpun dapat mengacaukan negara ini," katanya, "Siapa pun merencanakan serangan negara ini harus siap mati." Satu kelompok pria bersenjata berat yang dipimpin seorang tentara yang membelot menyerang istana presiden sebelum fajar, tetapi dipukul mundur oleh pasukan yang setia pada Jammeh, yang memerintah negara itu selama 20 tahun sejak ia merebut kekuasaan dalam kudeta pada 1994 menggulingkan pemimpin pendiri negara itu Sir Dawda Jawara.
 
Para penyelidik telah mencium rencana serangan itu, di mana tiga tersangka termasuk yang diduga pemimpin kelompok itu tewas, kata seorang perwira militer.
 
Dari hasil pemeriksaan terhadap salah seorang dari anggota kelompok itu, pihak berwenang berhasil menemukan "sejumlah besar senjata otomatis yang sangat canggih di satu peti kemas yang disamarkan sebagai pakaian bekas di pelabuhan Banjul, kata sumber yang dekat NIA.
 
Empat perwira yang diperkirakan ikut serta dalam usaha kudeta itu telah lari ke negara tetangga Guinea-Bissau, Afrika barat, kata sumber militer. (AY)
.

Categories:Internasional,
Tags:kerusuhan,