Defisit Transaksi Berjalan Kian Bebani Rupiah

Defisit Transaksi Berjalan Kian Bebani Rupiah

Ilustrasi Foto.(Net)

Jakarta - Transaksi berjalan hingga kini terus mengalami defisit, sehingga akan mempengaruhi pergerakan rupiah di tanah air.

"Kita tahu kalau melakukan investasi yang besar di dalam negeri baik itu oleh negara ataupun swasta komponen impornya juga tinggi, sehingga transaksi berjalan akan sangat berpengaruh pada nilai tukar rupiah," kata  Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (2/1/2015).
 
Menurut Agus, imbauan Presiden Jokowi terkait investasi diarahkan kepada kegiatan ekspor atau kegiatan yang memberikan lapangan pekerjaan akan mempengaruhi neraca perdagangan.
"Itu membuat neraca perdagangan menjadi surplus dan berkesinambungan. Kita lihat di bulan Desember neraca perdagangan bisa kembali defisit dan ini harus ditangani secara struktural," tukasnya.
Seperti diketahui, neraca perdagangan pada bulan November terjadi defisit yang cukup signifikan sebesar 425,7 juta dolar AS. Hal itu terjadi karena komoditi terbesar ekspor menurun. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,