Menteri BUMN, Sesalkan PLN dan Barata Belum Selesai

Menteri BUMN, Sesalkan PLN dan Barata Belum Selesai

Menteri BUMN Rini M Soemarno.(Foto:Net)

Lombok Barat  - Menteri BUMN Rini M Soemarno menyoroti masalah antara PT PLN dengan PT Barata Indonesia yang menyebabkan tertundanya operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap Jeranjang, di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

"Ini persoalan bussines to bussines, yang saya sangat sayangkan kok belum bisa terselesaikan dengan cepat," katanya ketika meninjau lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (2/1/2015).

Dia berharap permasalahan tersebut bisa secepatnya diselesaikan karena PLTU Jeranjang seharusnya sudah bisa beroperasi pada 2014.

Menurut Rini, masalah antara PT PLN dengan PT Barata Indonesia yang sama-sama BUMN terletak pada persoalan hitung-hitungan harga sebagai dampak terjadinya perubahan lokasi pembangunan proyek.

Perubahan lokasi pembangunan proyek disebabkan karena pembebasan lahan awal yang tidak terealisasi, sehingga terjadi pemindahan lokasi yang berdampak pada eskalasi harga.

"PLN dan Barata sama-sama BUMN, harusnya masalah seperti itu bisa terselesaikan dengan cepat, karena kalau sudah cepat sebetulnya PLTU sudah bisa operasional, mengingat Lombok ini energinya sebagian masih memakai tenaga diesel yang harganya relatif mahal," ujarnya.

Rini menegaskan dirinya sudah meminta PT PLN dan PT Barata untuk menyelesaikan masalah harga tersebut. Bila perlu meminta bantuan Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan kajian terkait harga.(Ode)**

.

Categories:Nasional,
Tags:ekonomi,