Peugeot Kembali ke Reli Paris Dakar

Peugeot Kembali ke Reli Paris Dakar

Peugeot Kembali ke Reli Paris Dakar

Buenos Aires - Peugeot akan kembali ke Reli Dakar setelah absen selama 25 tahun dengan mengusung pemenang 2010 Carlos Sainz dan juara 11 kali Stephane Peterhansel yang bertugas menghancurkan harapan Mini dan menyapu kesuksesan berturut-turut.
 
Sainz, yang juga juara reli dunia dua kali, akan mengikuti balap untuk tim ketiganya di ajang 9.000 km yang melelahkan dan dimulai pada Minggu (4/1/2015) melewati Chile dan Bolivia sebelum berakhir di Ibukota Argentina pada 17 Januari.
 
"Tim itu telah muncul dengan sebuah mobil unik dan inovatif yang dijanjikan sangat mudah menyesuaikan dengan berbagai tipe medan yang mungkin akan kita lalui," kata Sainz yang meraih gelar Dakar 2010 di belakang kemudi Volkswagen.
 
Sainz mengatakan konsep Peugeot bekerja dengan baik. "Program tes telah menunjukkan bahwa itu adalah sebuah mesin yang sangat cepat meskipun sulit untuk memastikan 100 persen ketahanannya pada tahap sekarang." Peugeot memenangkan Reli Dakar selama empat tahun pada 1987 hingga 1990 ketika digelar di Afrika.
 
Reli pada 2015, yang merupakan reli ketujuh yang digelar di Amerika Selatan sejak perpindahaanya dari Afrika menyusul alasan keamanan, merupakan penyelenggaraan reli ke-37 secara keseluruhan dan Sainz mengklaim Peugeot akan menjadi salah satu dari tim-tim favorit.
 
"Saya sering berkompetisi dengan Peugeot Sport pada masa lalu dan saya telah mengetahui selama bertahun-tahun bagaimana bergairahnya mereka terhadap motorsport," kata pria Spanyol berusia 52 tahun itu.
 
"Saya juga tahu saat mereka mengambil keputusan tentang sebuah program, mereka menaruh semua hal pada itu. Begitu pula saya. Bagaimana saya cinta Reli Dakar, itu terlalu bagus untuk menolak ketika Peugeot meminta saya untuk menjadi bagian dari jajaran mereka untuk kembali ke petualangan unik ini," kata Sainz.
 
Sementara, Peterhansel, juara enam kali dalam kompetisi sepeda motor dan lima kali pada mobil, adalah pereli nomor dua secara keseluruhan dalam penyelenggaraan 2014 dengan capaian garis finis di belakang pembalap Spanyol Nani Roma.
 
Nasser Al-Attiyah, juara 2011 dalam tim Volkswagen, menyelesaikan sebuah penutupan bagi Mini dalam podium 12 bulan sebelumnya, tapi Peterhansel marah pada kemunculan perintah tim dalam tahap penutupan balap.
 
"Masalah terbesar yang kami punya adalah fakta kami tahu kami cepat, kami hanya tidak tahu secepat apa dibandingkan tim lainnya," kata Peterhansel tentang Peugeot barunya.
 
"Jadi fase pertama reli akan menjadi uji coba kecepatan kami, untuk mengetahui apa yang dapat kami raih dengan nyaman atau tidak. Ini sebenarnya adalah bagian paling penting dari strategi, ketika kami akan mendasarkan semuanya pada pengetahuan ini," kata Peterhansel.
 
Jajaran tim tiga orang Peugeot akan lengkap dengan juara sepeda motor lima kali asal Prancis Cyril Despres yang juga ikut dalam balap mobil untuk pertama kalinya.
 
Roma hanya menjadi orang ketiga untuk memenangkan gelar Dakar pada roda dua dan empat setelah Peterhansel dan Hubert Auriol ketika dia menang pada 2014, 10 tahun setelah kemenangan sepeda motor perdananya.
 
Roma akan kembali memimpin tantangan Mini bersama dengan Al-Attiyah. "Beberapa tahun pertama adalah tangguh," kata Roma yang berusia 42 tahun dan mengawali karir Dakar-nya pada 1996.
 
"2014 jauh dari kemudahan. Bagaimanapun, saya punya keyakinan mutlak di tim Mini dan tim itu telah melakukan sebuah pekerjaan super," kata Roma.
 
Lomba 2014 mengambil karavan Dakar dari Atacama, lokasi paling kering di bumi, ke bukit Iquique dan melintasi Andes di titik tertinggi di Argentina Route 40, lintasan gunung 4.970 meter Abra del Acay.
 
"Itu akan menjadi sebuah marathon bagi setiap orang," kata Direktur Perlombaan Dakar Etienne Lavigne.
 
Secara keseluruhan, akan ada 4.600 km tahapan khusus termasuk sebuah 781 km lomba time trial dari kota Uyuni Bolivia ke Pantai Pasifik di Chile.
 
Pada Minggu (4/1) permulaan lomba di Buenos Aires, lebih dari 400 mesin, mobil, sepeda motor, ATV, dan truk akan memulai apa yang digambarkan Lavigne sebagai "Everest bagi motorsport". (AY)
.

Categories:Otomotif,
Tags:otomotif,