Polisi dan Demonstran Bentrok di Bahrain

Polisi dan Demonstran Bentrok di Bahrain

para demonstran menuntut pembebasan pemimpin oposisi utama Syiah Bahrain.(Foto:Net)

Dubai  - Polisi anti huru-hara dan para demonstran menuntut pembebasan pemimpin oposisi utama Syiah Bahrain, Kamis, bentrok untuk hari kelima berturut-turut, kata para saksi.

Iran yang didominasi Syiah, sekutu Washington dari seberang Teluk di mana Armada Kelima AS berpangkalan, telah bergabung dengan imbauan untuk pembebasan segera pemimpin oposisi utama kerajaan, Sheikh Ali Salman.

Amerika Serikat telah menyatakan keprihatinan yang mendalam tentang penahanan Salman, dan memperingatkan bahwa itu hanya dapat mengobarkan kekerasan terus-menerus yang melanda kerajaan tersebut sejak 2011.

Para saksi mengatakan, bentrokan Kamis meletus di pusat Manama setelah shalat di Masdjid Mumen, ibu kota, sedangkan kerusuhan sebelumnya telah berpusat di Desa Syiah di pinggiran kota.

Polisi menggunakan gas air mata dan pentungan terhadap para demonstran, dan beberapa orang luka-luka serta penangkapan-penangkapan dilaporkan.

"Puluhan orang ... termasuk perempuan dan anak-anak, ditangkap," kata satu pernyataan dari Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Bahrain seperti dikutip AFP.

Salman (49) memimpin gerakan Al-Wefaq. Dia ditangkap Minggu dan dituduh pada hari berikutnya dengan berusaha untuk menggunakan kekuatan guna mengubah rezim.

Jaksa penuntut mengatakan, Salman telah diperiksa lagi Kamis, dan dihadapkan dengan rekaman yang telah dibuat.(Ode)**

.

Categories:Internasional,
Tags:kerusuhan,