Carver Berniat Latih Newcastle United

Carver Berniat Latih Newcastle United

Carver Berniat Latih Newcastle United

London - John Carver mendeklarasikan niatnya untuk mengisi posisi pelatih di Newcastle United dengan basis permanen, menyusul kekalahan 0-1 yang mereka derita dari Leicester City di putaran ketiga Piala FA pada Minggu (4/1/2015) WIB.
 
Carver bertindak sebagai pelatih sementara Newcastle untuk dua pertandingan, ketika Alan Pardew sudah dipastikan pindah ke tim Liga Utama Inggris lainnya Crystal Palace.
 
Hanya beberapa saat setelah kesepakatan perihal Pardew tercapai pada Sabtu, Carver merasa dapat mengutarakan ambisi-ambisinya kepada publik, dengan menjelaskan bahwa ia ingin menduduki posisinya secara permanen.
 
Newcastle telah mengonfirmasi bahwa pekerjaan utama di St James Park adalah peran pelatih kepala, dan bukan posisi manajerial tradisional.
 
Carver, yang telah menjadi pelatih kepala klub selama 18 bulan terakhir, berkata, "Saya akan melemparkan topi saya ke cincin. Saya mengatakan kepada para pemain bahwa saya tidak mengumumkannya ke publik. Sekarang saya melakukannya." "Alan sekarang telah pergi, itu telah diumumkan. Saat ini sulit untuk mengatakan apa yang Anda rasakan, namun tentu saja jauh di dalam hati saya ingin menjadi pelatih kepala di klub sepak bola ini. Saya akan menjadi bodoh jika saya tidak menginginkan pekerjaan itu." Carver mengakui, "Saya belum berbicara dengan (pemilik klub) Mike (Ashley), namun tidak ada keperluan bagi saya untuk berbicara dengan Mike atau berhubungan dengannya." "Perannya adalah untuk pelatih kepala, bukan manajer. Pekerjaan pelatih kepala adalah untuk mempersiapkan para pemain dan tim untuk pertandingan selanjutnya, hal itulah yang saya lakukan." Pemilihan waktu deklarasi minat Carver mungkin tidak terjadi di saat yang tepat, di mana sekitar 4.319 penggemar Newcastle yang melakukan perjalanan tandang kembali mengekspresikan rasa tidak puasnya terhadap Ashley.
 
Hal itu membuat Carver mengangkat bahu, "Para penggemar mengeluarkan uang mereka, dan mereka berhak melakukan hal itu dan bereaksi seperti itu." "Itu sangat membuat malu namun mereka berhak melakukannya. Satu hal yang akan saya pastikan adalah apa yang dilakukan para pemain setelah pertandingan (untuk menyambut mereka). Saya tidak mengelak dari tanggung jawab itu dan saya ingin meyakinkan bahwa para pemain juga tidak melalaikannya." Carver tidak beruntung karena tidak dapat memainkan para pemain senior yang cedera untuk pertandingan melawan Leicester, namun kekalahan ini, meski "menyakitkan," tidak mengikis ambisinya.
 
"Hasil-hasil mendikte apa yang terjadi namun saya tidak merasa adanya perbedaan. Saya tetap ingin menjadi pelatih kepala," kata Carver. (AY)
.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,