Banyak Warga Ditolak Bikin Akta Kelahiran

Banyak Warga Ditolak Bikin Akta Kelahiran

Akta Keliling Desa Sukarame. (Foto: Ade)

Kabupaten Bandung – Acara pembuatan akta kelahiran gratis yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bandung di Desa Sukarame, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung ternyata banyak dikeluhkan oleh warga, soalnya banyak warga ditolak karena KTP suami istri mereka berbeda Kota/Kabupaten. Warga di sana banyak yang menikah dengan suami berdomisili di luar Kabupaten Bandung, inilah yang membuat kendala.
 
Menurut penuturan Kepala Desa Sukarame, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Somantri, ada beberapa puluh warga ditolak pembuatan aktanya karena KPT suami yang bukan berasal dari Kabupaten Bandung.
 
“Warga yang ditolak umumnya karena foto copy KTP mereka berbeda domisili, ada di temukan istrinya berasal dari desa di sini, namun KPT suaminya masih di luar Kabupaten Bandung, inilah yang jadi kendala kenapa pengajuan akta lahir mereka di tolak,” tutur Somantri, Selasa (23/09/2014).
 
Untuk mengatasi masalah tersebut, Somantri menyarankan agar orang yang belum memiliki KTP Kabupaten Bandung segera membuat surat pindah domisili ke Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Jika sudah ada surat pindah baru mereka akan mendapatkan NIK dan bisa dilanjutkan dengan membuat Kartu Keluarga.
 
“Pembuatan akta itu syaratnya harus ada KK (Kartu Keluarga), KK akan bisa turun jika orang tersebut sudah mendapat NIK dan memiliki KTP daerah tersebut,” cetusnya.
 
Keluhan tersebut dirasakan oleh seorang warga Kampung Ciburial, Desa Sukarame, Kecamatan Pacet, dia ditolak pembuatan akte kelahirannya karena domisili dan KTP suaminya masih di Kota Bandung.
 
“Saya sudah ngurus semua syarat dari desa, tetapi begitu minta dikeluarkan KK dari Kecamatan Pacet ternyata tidak dikasih, katanya harus dibuatkan dulu surat pindah dari Kota Bandung, baru bisa keluar KK, lalu teruskan ke pembuatan akta,” keluhnya.
 
Hal senada juga dirasakan oleh warga lain, Oom, dia mengalami kendala untuk bikin akta karena suaminya masih ber KTP Kota Solo.
 
“Saya juga mengalami penolakan oleh petugas karena begitu di minta KK dan mengurusnya di kecamatan, ternyata minta surat pindah. Padahal suami saya sudah ngurus surat pindah namun tiga minggu belum beres,” cerita Oom.(Ode)**
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,