BPBD Banten Siaga Banjir dan Longsor

BPBD Banten Siaga Banjir dan Longsor

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Ino S Rawita.(Foto:Net)

Serang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor sehubungan intensitas curah hujan cenderung meningkat.

"Kami menetapkan siaga banjir dan longsor agar tidak menimbulkan korban jiwa,' kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Ino S Rawita saat dihubungi di Serang, Minggu (4/1/2015).

Ia menyebutkan, saat ini banjir di wilayah Provinsi Banten melanda wilayah selatan Kabupaten Pandeglang dan Cilegon.

Luapan banjir tersebut akibat sejumlah sungai setelah diguyur hujan intensitas ringan dan sedang.

Curah hujan terjadi pagi, siang, sore hingga malam hari dengan berlangsung antara dua sampai lima jam.

Karena itu, pihaknya menetapkan status siaga banjir dan longsor.

"Kami terus melakukan upaya bantuan-bantuan kepada warga korban banjir agar mereka tidak kelaparan maupun serangan penyakit," katanya.

Menurut dia, untuk mengantisipasi bencana alam itu pihaknya terus mengoptimalkan koordinasi dengan Satuan Kinerja Perangkat Daerah (SKPD) Banten yang terkait penanggulangan bencana.

Selain itu juga bekerja sama dengan pemerintah daerah di delapan kabupaten/kota madya juga TNI, Polri, BUMN, PMI dan relawan.

"Dengan koordinasi ini dapat mengatasi risiko bencana alam agar tidak menimbulkan korban jiwa," katanya.

Ia mengatakan, apabila bencana di Banten tersebut memburuk hingga menimbulkan korban jiwa maka status siaga bisa dinaikkan menjadi tanggap darurat bencana.

Namun, pihaknya saat ini belum menetapkan status tanggap darurat.

Saat ini, wilayah Provinsi Banten yang masuk peta rawan banjir dan longsor antara lain Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang bagian selatan, Serang, dan Kota Cilegon.

"Kami minta warga yang tinggal di daerah itu dapat meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan selama ini pihaknya menetapkan status waspada banjir dan longsor karena curah hujan selama beberapa hari cenderung meningkat.

"Kami sudah menyebarkan surat imbauan bencana alam kepada petugas camat, desa/kelurahan dan masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor agar meningkatkan kewaspadaan guna menghindari korban jiwa," katanya. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:bencana,