BPBD Lebak Tetapkan Status Bahaya Banjir

BPBD Lebak Tetapkan Status Bahaya Banjir

Ilustrasi.(Foto:Net)

Lebak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak menetapkan status bahaya banjir karena permukaan air Sungai Ciujung mencapai 580 sentimeter dengan debit 846 meter kubik per detik.
 
"Kami menaikkan status bahaya banjir dari sebelumnya status siaga I," kata Ketua Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi di Lebak, Senin (5/1/2015).
 
Ia mengatakan, saat ini kondisi Sungai Ciberang meluap setelah curah hujan dengan intensitas ringan dan sedang cenderung meningkat di daerah itu.
 
Curah hujan terjadi pagi, siang, sore hingga malam hari dan berlangsung antara dua sampai lima jam.
 
Meningkatnya curah hujan tersebut menimbulkan luapan Sungai Ciujung dengan tingginya permukaan hingga mencapai 580 sentimeter dan debit 846 meter kubik per detik.
 
Dengan begitu, kata dia, BPBD Lebak menetapkan status bahaya banjir luapan Sungai Ciujung tersebut.
 
"Kami minta warga bantaran sungai meningkatkan kewaspadaan guna mencegah korban jiwa," katanya.
 
Menurut dia, selama ini wilayah Kabupaten Lebak merupakan daerah langganan banjir dan longsor karena letak geografinya berada di perbukitan, pegunungan dan aliran sungai.
 
Oleh karena itu, pihaknya mengintruksikan kepada seluruh masyarakat dapat mewaspadai banjir dan longsor.
 
"Kami berharap bencana alam di Lebak tidak menimbulkan korban jiwa melalui kesiapsiagaan masyarakat itu," ujarnya menjelaskan.
 
Saryati, warga Kebon Kelapa Kelurahan Muara Ciujung Timur Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku bahwa dirinya sejak pagi mengemas barang-barang perabotan rumah tangga karena luapan air Sungai Ciujung sudah mendekati bangunan rumah miliknya.
 
"Kami mengamankan barang-barang yang penting saja, seperti pakaian, ijazah anak, elektronika dan tabung gas agar tidak terendam banjir," katanya. (AY)
.

Categories:Nasional,
Tags:bencana,