Kemenangan Al-Attiyah Dicoret

Kemenangan Al-Attiyah Dicoret

Pereli Qatar Nasser Al-Attiyah.(Foto:Net)

Villa Carlos Paz- Pereli Qatar Nasser Al-Attiyah dicoret dari kemenangannya pada tahapan pertama Reli Dakar, Senin (5/1/2015) WIB, karena kecepatan kendaraannya melebihi limit sedangkan harapan Nani Roma untuk mempertahankan gelar juara kelihatannya belum bersinar.
 
Pereli yang memacu Mini, Al-Attiyah, juara 2011, finis di urutan pertama lintasan awal sepanjang 170km antara Buenos Aires dan Villa Carlos Paz, dengan waktu satu jam 12 menit.
 
Waktunya itu lebih cepat 22 detik dari pereli Argentina Orlando Terranova, juga memacu mobil Mini, dan satu menit 04 detik di depan pereli Amerika Robby Gordon yang melaju di atas Hummer.
 
Tetapi tujuh jam kemudian, Al-Attiyah mendapat hukuman karena melaju dengan kecepatan 68km/jam di kawasan dimana kecepatan seharusnya dengan limit 50km/jam.
 
Ia dihukum dua menit dan posisinya melorot ke urutan ketujuh sehingga Terranova dinyatakan sebagai pemenang di depan Gordon dan pereli Afrika Selatan, Giniel de Villiers yang mengendarai Toyota.
 
Pereli veteran yang menggenjot Peugeot Carlos Sainz dan Stephane Peterhansel berada di urutan kedelapan dan ke-10, terpaut dua menit 06 detik dan dua menit 35 detik.
 
Hari pertama reli akbar ini juga merupakan hari nahas bagi pereli yang juga mengendarai Mini, Roma, karena atlet dari Spanyol itu kurang beruntung untuk mempertahankan gelarnya, akibat mengalami kerusakan sehingga mobilnya diderek dan berada di urutan ke-135 dan waktunya terpaut enam setengah jam dari pimpinan lomba.
 
Peterhansel, juara 11 kali, mengakui ia mengendarai mobilnya tidak bagus sehingga belum dapat memprediksi lomba dua minggu ke depan.
 
"Rasanya agak stress mengalami hasil seperti ini pada tahapan pertama. Kita jadi tidak dapat mengetahui seberapa kuat kita," katanya.
 
"Rasanya mudah mengikuti perlombaan, tidak banyak risiko, dapat melihat kemana arah kendaraan...kita dapat mempelajari kondisi mobil. Tapi kita tidak dapat mengetahui seberapa jauh yang dapat kita perbuat," ujarnya.
 
Di bagian sepeda motor, pereli Inggris Sam Sunderland yang mengendarai KTM tampil tercepat dengan waktu satu jam 18 menit 57 detik, lima detik lebih cepat dari Paulo Goncalves dari Portugal yang menggenjot Honda dan satu menit 12 detik di depan juara tahun lalu Marc Coma yang melaju di atas KTM.
 
Tahun ini Reli Dakar mengharuni lintasan sepanjang 9.000 kilometer melalui Argentina, Chile dan Bolivia, sebelum kembali ke batas finis di Buenos Aires pada 17 Januari.
 
Mantan juara Sainz dan Peterhansel mengendarai Peugeot buatan pabrik Prancis, untuk pertama kalinya kembali ke Reli Dakar dalam 25 tahun ini.
 
Tujuan utama mereka adalah memenangi perlombaan, setidaknya untuk mempertipis dominasi Mini di atas podium kemenangan.
 
Peterhansel berada di urutan kedua tahun lalu bersama Mini, berada di belakang rekan setim mereka, Roma.
 
Peugeot memenangi Reli Dakar untuk keempat kalinya berurutan pada 1987-1990, ketika reli panjang itu masih diadakan di Afrika.
 
Acara tahun ini, untuk ketujuh kaliya diadakan di Amerika Selatan, sejak dialihkan dari Afrika dengan alasan keamanan, merupakan lomba untuk ke-37 kalinya.
 
Pada 2014 Reli Dakar diadakan dari Atacama, tempat paling kering di planet ini, ke padang pasir Iquique dan menyeberangi Andes di kawasan paling tinggi di Route 40 Argentina, puncak setinggi 4,970m di Abra del Acay.
 
Panjang seluruh lintasan, 4.600km merupakan tahapan khusus (special stages) termasuk 781km "time trial" dari kota Uyuni di Bolivia ke Pacific Coast di Chile. (AY)
.

Categories:Otomotif,
Tags:otomotif,

terkait

    Tidak ada artikel terkait