Bogor Pertahankan Penyaluran Terbaik Raskin

Bogor Pertahankan Penyaluran Terbaik Raskin

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bogor  - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat berhasil mempertahankan kinerjanya sebagai daerah berprestasi dalam menyalurkan beras miskin untuk tahun 2014. 

Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Bogor, Firdaus mengatakan, penghargaan dari Gubernur Jawa Barat akan diterima dalam waktu dekat oleh pihaknya. 

"Ya Alhamdulillah, sudah dua tahun berturut-turut Kota Bogor meraih pengharagaan dari Gubernur Jawa Barat untuk penyaluran Raskin terbaik 2013 dan 2014," kata Firdaus, di Bogor, Selasa (6/1/2015). 

Dikatakannya, penghargaan ini diberikan karena Kota Bogor dinilai sebagai tercepat, akurat dan tepat sasaran dalam penyaluran beras miskin kepada 39.002 rumah tangga sasarannya (RTS) selama 2014. 

Menurutnya, prestasi tersebut tidak terlepas dari kerja sama semua pihak, terutama tim penyalur raskin di tingkat kelurahan maupun kecamatan yang secara komitmen menyalurkan tepat waktu dan tepat sasaran. 

"Penghargaan ini bukti, bahwa penyaluran raskin di Kota Bogor sudah mulai baik, sesuai dengan aturan yang berlaku," katanya. 

Ia mengatakan, isu lama terkait kasus penyaluran raskin yang disalahgunakan pada tahun lalu hingga menyeret oknum pemerintahan sudah berhasil dituntaskan selama tiga tahun terakhir ini. 

Dengan pengawasan ketat dan kontrol yang akurat oleh Kantor Ketahanan Pangan, memastikan penyaluran raskin di Kota Bogor tepat sasaran. 

Dijelaskannya, kontrol dilakukan secara berjenjang, dengan memberlakukan pemberian penghargaan kepada kecamatan atau kelurahan yang tercepat dan terakurat dalam menyalurkan raskin setiap bulannya. 

"Di akhir tahun pada Desember, kita akan evaluasi proses penyaluran, dan kelurahan mana yang cepat, tepat waktu dan tepat sasaran, kita berikan penghargaan. Dan ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir," ujarnya.

Pada 2015, Kantor Ketahanan Pangan kembali akan menyalurkan raskin kepada 39.002 rumah tangga sasaran, dimana setiap bulannya jumlah beras yang disalurkan sebanyak 585 ton atau senilai Rp936 juta.(Ode)**

.

Categories:Nasional,
Tags:ekonomi,