BBM Tak Banyak Dikeluhkan Warga

BBM Tak Banyak Dikeluhkan Warga

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Anggota DPRD Jabar Agus Wellyanto mengatakan hasil resesnya tidak terlalu banyak mendapatkan keluhan warga tentang kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubdi yang terjadi pada pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla di akhir tahun 2014.
 
"Enggak terlalu kerasa, cuma pemerintah harus ada suatu penghitungan yang matang," kata Agus usai sidang awal tahun 2015 dan laporan reses sidang 2014 di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Selasa (6/1/2015).
 
Ia menuturkan, berdasarkan hasil reses itu masyarakat justru minta agar perlu manajemen yang baik dalam penyampaian kenaikan BBM kepada masyarakat.
 
Selain itu, lanjut dia, minta agar kompensasinya harus sesuai dan sampai kepada orang yang tepat.
 
"Pelaksanaan kompensasi harus betul-betul sesuai, sampai kepada orang yang semestinya menerima," katanya.
 
Sementara itu, Agus mengungkapkan hasil resesnya banyak keluhan dari masyarakat tentang irigasi sebagai sumber air bagi pertanian.
 
Kemudian banyak warga yang belum mengetahui cara memperoleh layanan kesehatan dari pemerintah.
 
"Sebagai contoh hasil reses banyak warga tidak mengetahui cara memperoleh Kartu Indonesia Sehat yang diluncurkan pemerintah pusat," katanya.
 
Persoalan lainnya, lanjut Agus, tentang dampak pembangunan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang yang menyangkut pembayaran ganti rugi bagi masyarakat.
 
"Saya banyak menerima keluhan soal dampak sosial Jatigede, alhamdulillah, setelah menteri datang ada kesepakatan," kata politisi PDI Perjuangan itu.
 
Berbagai persoalan masyarakat hasil reses yang dihimpun oleh 100 anggota DPRD Jabar itu telah dilaporkan kepada Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari.
 
Selanjutnya unsur pimpinan DPRD Jabar akan menyampaikan hasil reses itu kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan untuk menjadi pertimbangan pada kebijakan pemerintah berikutnya. (AY)
.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,