Beijing Ambil Alih Tuan Rumah Olimpiade 2022

Beijing Ambil Alih Tuan Rumah Olimpiade 2022

Ilustrasi.(Foto:Net)

Lausanne - Pimpinan Beijing pada Selasa mengambil alih penawaran resmi mereka sebagai tuan rumah Olimpiade musim dingin 2022 kepada IOC untuk memperkuat persaingan dengan Almaty Kazakhstan.
 
Penyelenggaraan Olimpiade tersebut telah dipastikan bakal digelar di Asia dengan hanya Beijing dan Almaty sebagai kandidatnya. Komite Olimpiade Internasional (IOC) akan mengambil keputusannya pada Juli.
 
Liu Peng, Ketua Komite Olimpiade Tiongkok, dan Wang Anshun, Ketua Panitia Komite Penawaran Beijing sebagai tuan rumah Olimpiade 2022, merepresentasikan jaminan konstruksi dan pendanaan pesta olahraga itu di markas besar IOC.
 
Mereka belum memberikan pernyataan lebih lanjut.
 
Pemimpin olahraga dan penawaran Almaty memberikan jaminan resmi kepada pihak IOC pada Selasa mendatang.
 
Kendati Tiongkok juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan invitasi internasional ski yang berjarak 220 km dari Beijing, namun penawaran Tiongkok tersebut tetap menjadi pertimbangan favorit karena adanya keterkaitan aktor-aktor politik pemerintahannya dalam kiprah olimpiade itu.
 
Sejumlah pejabat yang pernah berkiprah dalam mengorganisasikan Olimpiade musim panas 2008 di Beijing juga terdaftar dalam tim yang akan memenangkan Olimpiade musim dingin tersebut.
 
Almaty diusulkan setelah sebelumnya sempat ada kesenjangan dukungan dari Presiden Nursultan Nazarbayev. Namun pemerintah sekarang mendukung sepenuhnya proyek tersebut.
 
Almaty juga pernah menjadi kandidat tuan rumah Olimpiade musim dingin 2014, yang kemudian beralih ke Sochi Rusia. Kota tersebut juga menjadi tuan rumah Asian Games musim dingin 2011 dan terpilih sebagai penyelenggara Olimpiade Universitas musim dingin.
 
Sejumlah kota di Eropa, Oslo, Stockholm, Krakow di Polandia dan Lviv di Ukraina semuanya menarik diri karena adanya kekhawatiran masyarakatnya atas biaya yang besar.
 
Komite evaluasi IOC akan mengunjungi Almaty pada 14-18 Februari dan kemudian Beijing pada 24-28 Maret. Kedua kota tersebut akan melakukan presentasi mereka kepada IOC di Lausanne pada Juni dan selanjutnya Komite Eksekutif IOC segera mengambil keputusannya dalam pertemuan di Kuala Lumpur pada 31 Juli. (AY)
.

Categories:Olahraga,
Tags:olahraga,