Penambangan di Jabar Belum Ramah Lingkungan

Penambangan di Jabar Belum Ramah Lingkungan

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jabar menilai hampir seluruh praktik penambangan di Jabar belum menerapkan teknologi yang ramah lingkungan.
 
"Pelanggaran lingkungan di Jabar terjadi di seluruh kabupaten/kota, belum ada praktik penambangan yang baik," kata Kepala BPLHD Jabar Anang Sudharna kepada wartawan di Bandung, Rabu (7/1/2015).
 
Ia mengatakan, setuju adanya pihak yang melakukan pemanfaatan sumber daya alam untuk menunjang kehidupan manusia.
 
Namun pemanfaatan alam itu, kata dia harus dengan cara yang baik agar tidak menimbulkan dampak besar yang merugikan kehidupan manusia.
 
"Kami setuju pemanfaatan sumber daya alam tapi dengan teknik penambangan yang baik," kata Anang yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Penegakan Hukum Lingkungan Terpadu Jabar.
 
Ia berharap, berbagai persoalan kerusakan lingkungan yang salah satunya disebabkan akibat penambangan dapat diselesaikan dan ditindak dengan dibentuknya Satgas Penegakan Hukum Lingkungan Terpadu.
 
"Dengan adanya satgas kami harap penindakan pelanggaran lingkungan akan lebih komprehensif," katanya.
 
Ia menjelaskan, Satgas Penegakan Hukum Lingkungan Terpadu itu dibagi tiga satgas yakni satgas kajian data/informasi dan perizinan, satgas penindakan, dan satgas tindak pidana korupsi (tipikor) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
 
Ia mengungkapkan, satgas tersebut memang belum resmi bekerja, namun satgas tersebut sudah menyusun rencana operasi untuk menentukan lokasi pelanggaran yang akan segera ditindak.
 
Ia menambahkan, tim satgas itu akan komitmen tegas menindak setiap pelanggaran yang merusak lingkungan sehingga dapat memberi efek jera bagi pelakunya.
 
"Jadi tidak akan main-main dalam menindaknya, makanya ini harus mampu memberi efek jera bagi perusak lingkungan," katanya. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:jabar,