Patas AC dan Non AC Bandung Raya Dihapuskan

Patas AC dan Non AC Bandung Raya Dihapuskan

ilustrasi. (Net)

Bandung - Seluruh komuter patas AC dan non AC Bandung Raya akan dihapuskan kemudian dioperasikan satu tarif ekonomi jauh dekat Rp 1.500 mulai 16 Januari 2016.

"Mulai 16 Januari 2015 semua dioperasikan dengan tarif ekonomi jauh dekat Rp 1.500, mulai tanggal itu semua komuter patas AC dan non AC dihapuskan beralih menjadi komuter ekonomi," kata Manager Humas PTKA Daop II Bandung Zunerfin di Bandung, Kamis (8/1/2015).

Tarif Rp 1.500 itu berlaku untuk semua jarak mulai dari Cicalengka Kabupaten Bandung hingga Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Selain ada perubahan tarif komuter Bandung Raya itu, juga ada penambahan grafik perjalanan KA (Gapeka) dari 30 perjalanan per hari menjadi 40 perjalanan komuter per hari.

Ia menyebutkan, perubahan tarif dan penambahan Gapeka itu merukana realisas dari subsidi pemerintah yang digulirkan melalui Publik Service Obligation (PSO) bagi PTKA khususnya dalam memfasilitasi pembiayaan bagi KA komuter dalam kota.

"Dengan ada penambahan Gapeka komuter Bandung Raya itu, maka akan ada penambahan rangkaian komuter di Bandung. Per hari ditargetkan mengangkut 36.000 penumpang," kata Zunerfin.

Terkait sarana yang akan digunakan, menurut Zunerfin selain mengoperasikan komuter ekonomi, juga akan menggunakan komuter patas AC untuk satu tarif. Kecuali bekas patas non AC akan digunakan menjadi kereta dinas," kata Zunerfin.

Selain KRD ekonomi yang mendapat PSO, tiga KA jarak dekat lainnya juga mengalami perubahan tarif yakni Cilamaya Ekspres Purwakarta - Jakarta Kota , KA Walahar Ekspres Jakarta - Purwakarta tarifnya Rp3.000 dan KA "Si Mandra" Cibatu-Purwakarta masing-masing dengan tarif Rp3.500.

Sementara itu tarif baru untuk KA jarak jauh dan sedang sesuai dengan kontrak PSO antara untuk KA Kahuripan Bandung - Madiun, Pasundan Bandung - Surabaya dan Kutojaya Selatan Kutoarjo - Bandung.

Tarif baru KA Kahuripan mulai 1 Maret 2015 menjadi 50.000, KA Pasundan Rp55.000 dan tarif KA Kutojaya Rp35.000.

"Prioritas subsidi diberikan kepada komuter dan KA jarak dekat termasuk KRL, karen KA itu yang digunakan oleh masyarakat sehari-hari," kata Zunerfin.

Tahun 2015 subsidi penumpang KA kelas ekonomi yang diberikan pemerintah sebesar Rp1,52 triliun atau naik dari tahun sebelumnya Rp1,224 triliun.

"Jumlah subsidinya telah ditetapkan, namun belum tahu jumlah untuk wilayah Daop II. Sedangkan tahun lalu subsidi PSO untuk komuter di Bandung Raya sekitar Rp5 miliar," kata Zunerfin menambahkan. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,