Pengajuan Calon Kapolri Sesuai Prosedur

Pengajuan Calon Kapolri Sesuai Prosedur

Ilustrasi.(Foto:Net)

Surabaya - Presiden Joko Widodo mengatakan pengajuan Komisaris Jenderal (Pol) Budi Gunawan sebagai calon kepala kepolisian RI sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

"Sudah dari Kompolnas, hak prerogatif saya, saya pakai pilihan saya, (kemudian-red) saya sampaikan ke dewan," kata Presiden disela-sela peninjauan galangan Kapal PT PAL di Surabaya, Sabtu malam (10/1/2015).

Presiden mengatakan pilihan pemerintah yang diajukan kepada DPR RI sudah melalui proses yang benar.

Sementara itu Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan dari usulan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ada sembilan nama yang memenuhi syarat.

"Sembilan nama itu sudah diserahkan Menko Polhukam sebagai ketua Kompolnas Hari Jumat (9/1) pagi sebelum rapat terbatas tentang KAA," tutur Andi.

Presiden, kata Seskab, kemudian memanggil Mensesneg Pratikno untuk menyiapkan surat pengajuan usulan nama calon Kapolri kepada DPR RI.

"Jadi kami, baik Mensesneg, saya sebagai Seskab, kalau hal-hal seperti ini tidak menanyakan alasan Presiden karena ini adalah hak prerogatif Presiden," katanya.

Andi mengatakan pengajuan calon tunggal dan tidak melibatkan PPATK dan KPK karena memang tidak secara khusus diatur dalam undang-undang.

Ia menambahkan mengenai adanya informasi rekening gendut perwira kepolisian, itu sudah ada sejak 2008 dan 2010, namun selama ini kasus tersebut seperti tidak pernah didalami.

"Pertanyaannya, kalau seandainya ada A,B,C di Kepolisian atau lembaga institusi lain yang terindikasi memiliki masalah tentang aliran finansialnya kenapa dari 2008, 2010 dari lima tahun lalu tidak ada tindakan," kata Andi.

Ia menambahkan,"Presiden tentu melakukan klarifikasi ke institusi Polri tentang ini. Saya yakin klarifikasinya positif sehingga Presiden mengusulkan Pak Budi Gunawan."  (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:jokowi,