Kenaikan TDL dan Elpiji 12 KG Picu Inflasi

Kenaikan TDL dan Elpiji 12 KG Picu Inflasi

Mobil distribusi gas milik salah satu distributor elpiji Pertamina. (Foto : ADE)

Bandung – Kenaikan TDL (Tarif Dasar Listrik) dan harga Elpiji 12 Kg diprediksi akan meningkatkan laju inflasi di Indonesia khususnya Jawa Barat. Meskipun kenaikan TDL belum pasti dilaksanakan kapannya, namun hal itu membuat isu tak sedap bagi kalangan industri. Bahkan kegelisahan ini bisa memicu inflasi di awal tahun 2015.
 
Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Ferry Sofwan, kegelisahan dan panic buying lah yang menyebabkan meningkatnya inflasi.
 
“Tim Pengendali Inflasi Jawa Barat mencoba meredam hal itu dengan menyarankan agar masyarakat tidak melakukan belanja berlebih atau panic buying, karena hal itulah yang bisa memicu inflasi,” jelas Ferry Sofwan di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Sabtu (10/01/2015).
 
Meningkatnya laju inflasi selain adanya panic buying disebabkan juga oleh isu kenaikan TDL dan naiknya harga elpiji 12 Kg, fenomena inilah yang membuat cemas pihat industri sehingga secara tidak langsung menyebabkan inflasi meningkat.
 
“Kenaikan harga elpiji 12 Kg ikut meningkatkan inflasi, ditambah adanya rencana kenaikan TDL di tahun 2015 ini lebih memperparah inflasi,” seru Ferry Sofwan.
 
Meskipun harga BBM per 1 Januari 2015 sudah mengalami penurunan, namun hal tersebut tidak mempengaruhi inflasi, karena saat harga BBM turun, tarif angkutan umum dan angkutan barang kebutuhan pokok tetap mahal dan tidak diturunkan.
 
Laju inflasi Jawa Barat di bulan Januari 2015 diharapkan bisa di bawah laju inflasi bulan Desember 2014, hal ini berguna untuk memperbaiki perekonomian Jawa Barat. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:ekonomi,