PSG Sia-siakan Peluang ke Puncak

PSG Sia-siakan Peluang ke Puncak

Ilustrasi.(Foto:Net)

Paris - Paris Saint Germain menyia-nyiakan keunggulan dua gol ketika Bastia bangkit untuk meraih kemenangan mengejutkan 4-2 di Korsika pada Minggu (11/12015), ketika sang juara bertahan membuang peluang untuk memuncaki klasemen Liga Prancis.
 
Justru kekalahan ini membuat PSG menduduki peringkat keempat setelah Saint Etienne memperpanjang laju tidak terkalahkan mereka di liga menjadi sepuluh pertandingan, dengan kemenangan 2-1 atas Reims untuk naik ke peringkat ketiga.
 
PSG terlihat benar-benar mengendalikan permainan setelah gol-gol pada menit kesepuluh dari Lucas, yang dikemas melalui sepakan lob, dan pada menit ke-20 ketika gelandang 19 tahun yang dikait-kaitkan dengan Tottenham Adrien Rabiot menguasai bola liar dan menyambarnya dengan sepakan kaki kiri menuju sudut bawah.
 
Ryad Boudebouz memperkecil ketertinggalan Bastia dari titik penalti pada menit ke-30, setelah Gregory Van der Wiel dianggap menyentuh bola dengan tangan di kotak terlarang.
 
Dan menjelang turun minum David Luiz lengah, sehingga Francois Modesto dapat menanduk bola tendangan sudut menjadi gol.
 
Bastia berbalik memimpin ketika bek Julien Palmieri memaksimalkan upaya sapuan tendangan sudut pada menit ke-56, dan melepaskan sepakan setengah voli menembus gawang PSG.
 
Fase akhir yang menegangkan ditutup dengan gol kedua Palmieri, di mana ia berlari menembus pertahanan untuk mengubah skor menjadi 4-2 pada menit ke-89, untuk membuat timnya meraih kemenangan yang mengakhiri laju delapan kekalahan beruntun di Liga Prancis bagi Bastia dari tim asal ibukota.
 
"Saya senang dengan tiga angka yang diberikan dari situasi sulit di mana kami berada di dalamnya. Namun mari tidak terbawa situasi," kata pelatih Bastia Ghislain Printant.
 
"Jika kami kalah pada pertandingan-pertandingan kami selanjutnya, ini tidak akan banyak berarti, maka marilah tetap bersikap rendah hati." Kemenangan ini memberikan rasa lega bagi Bastia, yang sekarang unggul dua angka dan empat posisi di atas zona degradasi.
 
Pelatih PSG Laurent Blanc merasa kekalahan timnya disebabkan karena timnya tidak menghormati tim lawan.
 
"Kami berhenti menghormati mereka setelah 35 menit pertama, dan mereka membuat kami membayar harga yang sangat mahal," kata Blanc.
 
"Kemudian para penonton ada di belakang mereka, dan Anda semua tahu akhir ceritanya," kata Blanc, sambil menambahi bahwa dirinya terganggu dengan tiga gol yang masuk ke gawang timnya dari situasi-situasi bola mati.
 
Menjelang pertandingan dilakukan mengheningkan cipta terkait serangan teroris yang menewaskan 17 orang pada pekan ini. Sejumlah penggemar lokal membentangkan spanduk bertuliskan "Qatar mendanai PSG dan terorisme." Pemuncak klasemen Liga Prancis Marseille, yang total mengoleksi 41 angka, juga kalah pada Jumat ketika mereka takluk 1-2 dari tuan rumah Montpellier. Lyon berada di peringkat kedua dengan 39 angka dan unggul atas Saint Etienne berkat selisih gol, di mana kedua tim memiliki keunggulan satu angka atas PSG.
 
Dipimpin pencetak gol Alexandre Lacazette yang telah menyumbang 17 gol, Lyon sekarang akan bernafsu meraih tiga angka saat menghadapi Toulouse pada Minggu, yang akan membuat mereka unggul satu angka di puncak klasemen.
 
Di tempat lain Nice menang 3-1 atas Lorient berkat sepakan voli Carlos Eduardo. Evian dan Rennes berbagi angka dengan hasil imbang 1-1, Guingamp mengalahkan Lens dengan skor 2-0 sedangkan Lille menaklukkan tim juru kunci Caen dengan skor 1-0.
 
Tim peringkat kelima melawan tim peringkat keenam di Stade Louis II pada Minggu malam saat AS Monaco menjamu Bordeaux pada pertandingan yang akan memperlihatkan pelatih tim tamu Willy Sagnol, kembali ke arena tempat ia bermain antara 1997 sampai 2000. (AY)
.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,