Milan Curi Angka di Markas Torino

Milan Curi Angka di Markas Torino

Ilustrasi.(Foto:Net)

Milan - AC Milan mampu mencuri angka pada lawatannya ke markas Torino setelah kedua tim itu bermain imbang 1-1 pada Minggu (11/1/2015) WIB.
 
Meski memiliki keunggulan karena bertindak sebagai tuan rumah, Torino menjamu Milan dengan catatan hasil yang kurang baik di mana mereka terakhir kali mengalahkan Tim Merah-Hitam pada 2001.
 
Tugas Torino terlihat semakin berat ketika, setelah pertandingan baru bergulir tiga menit, penyerang Milan Jeremy Menez mencetak gol dari titik penalti setelah ia dilanggar Kamil Glik di kotak terlarang.
 
Meski demikian, Torino mampu merespon dengan positif dan menciptakan sejumlah peluang pada babak pertama yang berlangsung menghibur.
 
Tuan rumah mendominasi dan, setelah Mattia De Sciglio mendapatkan kartu merah menjelang turun minum, mereka mendapat imbalan untuk upaya-upayanya ketika Glik menanduk bola untuk menyamakan kedudukan dari tendangan sudut sembilan menit sebelum pertandingan usai.
 
Milan, yang sekarang tanpa kemenangan dari tiga pertandingan terakhirnya, tetap menghuni peringkat ketujuh dan tertinggal 14 angka dari Juventus namun hanya terpaut tiga angka dari tim peringkat ketiga sekaligus spot terakhir kualifikasi Liga Champions yang saat ini dikuasai oleh Lazio.
 
Hasil imbang ketujuh Torino pada musim ini membuat mereka tertahan di peringkat ke-13, tertinggal tujuh angka.
 
Milan melawat ke Turin dengan tekad meraih hasil bagus setelah pada pekan lalu secara mengejutkan takluk 1-2 dari Sassuolo, dan dengan pemain sayap Alesio Cerci, yang dipinjam dari Atletico Madrid, menghuni bangku pemain cadangan ketika ia menghadapi mantan klubnya.
 
Pasukan Filippo Inzaghi segera mendapat suntikan semangat ketika pertahanan Torino gagal menandingi kecepatan Menez, ketika ia berlari menuju area pertahanan dan Glik terpaksa melanggar pemain Prancis itu.
 
Menez mampu mengecoh Daniele Padelli dan melepaskan sepakan ke bagian atas gawang untuk menjadi gol kesembilannya musim ini. Ia sekarang hanya terpaut dua gol dari koleksi pencetak gol terbanyak di liga yang dikuasai penyerang Juventus Carlos Tevez.
 
Namun tim tamu kerap terancam ketika Torino beberapa kali mendapat peluang, yang membuat Diego Lopez harus bersiaga penuh.
 
Upaya Alexander Farnerud dapat digagalkan kiper asal Spanyol itu, dan setelah pemain Swedia itu memberi umpan kepada Fabio Quagliarella, Lopez melakukan penyelamatan bagus dengan menggunakan kakinya.
 
Lopez kembali terancam pada menit ke-30 ketika sepakan cungkil Giuseppe Vives untuk Darmian dapat disundul gelandang Italia itu, namun bola masih mengarah ke atas mistar gawang.
 
M'Baye Niang mendapat kesempatan tampil sejak awal untuk mengisi lini depan Milan, dan perputaran badan serta tembakan dari pemain Prancis ini masih melebar pada menit ke-35.
 
Semua harapan Milan untuk menggandakan keunggulan mereka terhapus pada menit-menit akhir babak pertama, ketika De Sciglio menarik Darmian yang membuatnya mendapatkan kartu kuning kedua, dan harus meninggalkan lapangan.
 
Sulley Muntari mendapatkan kartu kuning tidak lama setelah babak kedua dimulai, dan ia segera digantikan Andrea Poli.
 
Torino terus mendominasi dan hanya sentuhan ringan dari Pablo Armero yang menggagalkan Jose Martinez mencetak gol dari jarak sembilan meter.
 
Lopez bereaksi bagus dengan penyelamatan satu tangan beberapa menit kemudian ketika Quagliarella melepaskan sepakan setengah voli dari tepi kotak penalti.
 
Inzaghi memperketat pertahanan ketika Menez digantikan bek Brazil Alex, namun beberapa menit kemudian kelemahan Milan pada situasi-situasi bola mati terekspos saat Glik melepaskan tandukan melewati Lopez, dan memasuki tiang jauh sang kiper dari situasi tendangan sudut.
 
Hal yang perlu dicatat, ini merupakan gol kelima sang bek pada musim ini dan kedelapan kalinya Tim Merah-Hitam kemasukan dari tendangan sudut. (AY)
.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,