Pengusaha Muda Harus Berani Kelola SDA

Pengusaha Muda Harus Berani Kelola SDA

Gubernur Jabar H Ahmad Heryawan.(Foto:Net)

Bandung - Pengusaha muda harus berani melakukan terobosan dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) dari hulu hingga hilir secara optimal, kata Gubernur Jabar H Ahmad Heryawan.

"Pengusaha muda penuh potensi dan harus berani mengelola sektor hulu hingga hilir secara maksimal agar nilai tambah produk dalam negeri meningkat. Saatnya pengusaha muda untuk menggarap sektor itu lebih intensif lagi," kata Gubernur saat melakukan jamuan bagi peserta Munas Hipmi XV di Gedung Sate Bandung, Minggu (11/1/2015).

Heryawan menyebutkan, pemberdayaan sumber daya alam saat ini masih separuh-separuh, sehingga keuntungan terbesarnya dirasakan oleh pemodal dari luar negeri.

Akibat adanya garapan yang belum maksimal dari hulu hingga hilir, atau bahkan belum disadari betul bagi masa depan, berakibat terputusnya garapan potensi itu sehingga hasilnya belum memberikan dampak yang signifikan.

"Bila sektor hulunya disadari potensinya, di sektor tengah ada produksi ke bahan baku dan jadi, dan sektor hilirnya pasar diamankan semuanya digunakan di dalam negeri, maka niscaya kemandirian bangsa ini akan tercapai," kata Heryawan.

Ia sangat berharap Munas Hipmi XV/2015 itu melahirkan pemimpin dan konsep pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik lagi serta memberikan energi dan daya ungkit bagi perkembangan dan pertumbuhan kewirausahaan dan pengusaha muda di Indonesia.

"Semua sudah jelas, sumber daya alam kita masih banyak yang diekspor sebelum waktunya, seharusnya diolah menjadi produk final. Dan itu tantangan ke depan bagi pengusaha muda Indonesia.

Tantangan pengusaha muda untuk lebih memaksimalkan dan menggarap sektor hulu hingga hilir secara intensif di masa depan dibenarkan oleh Ketua Dewan Kehormatan BPP Hipmi Sandiaga Uno yang menyebutkan sinergitas pengelolaan sektor hulu, tengah hingga hilir merupakan hal yang harus segera digarap dan menjadi perhatian.

"Saya kita itu tantangan ke depan, pola pikir pengelolaan sumber daya alam harus lebih ditekankan sehingga bisa meningkatkan kemandirian," kata Sandiaga Uno.

Hal itu pula yang menurut dia bisa mendorong peningkatan daya saing para pelaku usaha dan pengusaha Indonesia, termasuk dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015.

Ketangguhan pengusaha muda dan kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri secara makimal merupakan bekal bagi Indonesia dalam menghadapi persaingan global.

"Kekuatan riil ada pada pengusaha dan masyarakat dalam memaksimalkan potensi dalam negeri. Perlu ada upaya keras dan inovasi, tapi itu memang harus dilakukan, sinergitas pengelolaan hulu hingga hilir dari sumber daya alam memang harus menjadi prioritas," katanya.

Terkait perlunya payung hukum bagi pengusaha muda khususnya para pemula, menurut Sandiaga memang diperlukan. Namun di sisi lain yang terpenting adalah peningkatan kapasitas dan kemampuan pengusaha muda dan pemula dalam menghadapi persaingan global.

"Jelang pemberlakuan masyarakat ekonomi ASEAN, peningkatan kapasitas dan sertifikasi itu perlu. Dan tentunya lebih baik lagi bila ada payung hukum yang lebih spesifik bagi pengusaha muda," katanya.

Sementara itu Kota Bandung menjadi tuan rumah Munas XV/2015 yang berlangsung 12-14 Januari 2015. Para peserta Munas Hipmi menghadiri jamuan di Gedung Sate Bandung. Agenda utama dari Munas itu adalah menggelar pemilihan Ketua Umum BPP Hipmi periode 2015-2018.

Munas para pengusaha muda itu akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo pada Senin (12/1) di Bandung. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,