PT DI Kembangkan Pesawat Komersial N219

PT DI Kembangkan Pesawat Komersial N219

Replika Pesawat N-219 Buatan PT.DI. (Foto: Rangga)

Bandung - PT Dirgantara Indonesia (DI) berencana mengembangkan pesawat komersial untuk pasar pesawat kecil di dunia internasional. Hal itu akan dilakukan melalui pesawat N219, yang saat ini tengah dikembangkan.

"Saat ini, kita sedang mengembangkan pesawat N219. Untuk awal tahun 2015, kita akan bikin prototipenya, dan tahun 2015 sudah bisa terbang dan mendapat sertifikasi. Dengan demikian, pada tahun 2016 pesawat ini sudah bisa dijual," kata Manajer Komunikasi PT Dirgantara Indonesia Sonny Saleh Ibrahim, di Bandung, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, pesawat N219 merupakan pesawat kecil dengan kapasitas penumpang sekitar 19 orang. Kapal tersebut akan cocok untuk dijadikan sebagai pesawat komersial di negara-negara maritim seperti Indonesia.

Saat ini memang ada beberapa pesawat sejenis yang diproduksi negara lain, seperti pesawat Cessna 208 Caravan dan pesawat Sukhoi kecil. Nantinya, N219 akan bersaing ketat dengan pesawat-pesawat tersebut.

Meski demikian, pesawat N219 memiliki banyak kelebihan, karena didesain untuk mendarat di daerah pegunungan dengan landasan pendek. "Pesawat N219 paling unggul di kelasnya. Sampai saat ini belum ada yang bisa menandinginya," katanya.

PT DI sendiri telah melakukan roadshow ke beberapa negara di wilayah Asia Tenggara untuk memperkenalkan pesawat tersebut. Rupanya banyak negara yang berminat untuk memesan. Seperti Filipina, Thailand, dan Malaysia.

Negara-negara tersebut tertarik melakukan pemesanan karena pesawat N219 memiliki banyak keunggulan, baik dari sisi teknologi maupun harga yang jauh lebih murah ketimbang pesawat sejenis dari negara lain.

"Pesawat sejenis N219 ini, ditawarkan negara lain di atas 4,5 juta dolar AS, sedangkan kita lebih murah dari mereka, sementara kualitasnya pun jauh berbeda. Tidak heran banyak yang tertarik pada pesawat itu," katanya.

Lebih lanjut Sonny mengungkapkan, PT DI memang berencana mengoptimalkan pesawat tersebut. Rencananya PT DI akan menyasar pesawat komersial kecil untuk pasar internasional. Menurutnya, kebutuhan pesawat kecil di dunia sangat besar, bahkan bisa mencapai 800 unit.

"Rencananya, kita akan menyasar sekitar 200 unit selama 6 tahun yang dimulai tahun 2016. Hal itu sesuai dengan kapasitas produksi kita. Kemampuan produksi kita sekitar 8 unit per tahun, dan itu akan kita kembangkan menjadi 16 unit per tahun," katanya. (Jr.)**

 

.

Categories:Ekonomi,