Munas Hipmi Ke-15 Berubah Jadi Baku Hantam

Munas Hipmi Ke-15 Berubah Jadi Baku Hantam

Musyawarah Nasional Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) ke-15 yang diselenggarakan di Kota Bandung untuk memilih Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Hipmi periode 2015-2018, berlangsung ricuh.(Foto:Net)

Bandung  - Musyawarah Nasional Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) ke-15 yang diselenggarakan di Kota Bandung untuk memilih Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Hipmi periode 2015-2018, berlangsung ricuh.
 
Bahkan, kericuhan tersebut diwarnai aksi baku hantam (adi jotos) antar sesama peserta. Munas yang sedianya berakhir Selasa pukul 24.00 WIB tadi malam, hingga Rabu 14 Januari 2015 pagi belum juga selesai.

Kericuhan dipicu oleh dua kubu kandidat calon ketua umum, yakni kubu Bayu Priawan dan kubu Bahlil Lahadalia. Dua kubu itu terus berebut bicara untuk membahas AD-ART. Kedua kubu bahkan saling teriak dan memaki.

Akibatnya, aksi baku hantam pun terjadi setelah peserta sidang berebutan microphone untuk melakukan interupsi. Kerusuhan terus berkembang, hingga peserta sidang meminta pihak keamanan untuk mengusir para peserta sidang lainnya.

Bahkan, ada peserta sidang yang sempat melempar kursi dan memukul peserta sidang lainnya, dan sampai menginjak-injak peserta sidang lainnya. 
 
Karena situasi terus memanas, akhirnya petugas kemanan turun tangan dan langsung mengamankan pelaku kerusuhan.
Karena kericuhan itu, pelaksanaan sidang dengan agenda pembacaan tata tertib Ketua Umum Hipmi diskors untuk sementara.
 
Padahal, sebelumnya saat Presiden Joko Widodo menghadiri pembukaan Munas Hipmi merasa terkejut karena saat masuk Kota Bandung sudah banyak spanduk calon Ketua Umum BPP Hipmi tersebut. 
 
Memang poster dan spanduk ketiga kandidat yakni Bayu Priawan Djokosoetono, Andhika Anindyaguna, dan Bahlil Lahadalia memenuhi jalanan protokol di seputaran Kota Bandung. Jokowi pun bangga, munas Hipmi selalu ramai dan menarik antusiasme masyarakat.
 
Bahkan, kalau melihat tema Munas tahun ini yakni 'Pengusaha muda nasional menjawab tantangan global', terkesan peran para pengusaha muda ini ke depan tidak bisa main-main lagi dalam menghadapi persaingan global. Artinya, mereka diharapkan semakin berperan dalam menunjang pembangunan. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,